INABAINABA

Journal of Business and Management InabaJournal of Business and Management Inaba

Fenomena yang terjadi pada karyawan PT. Taspen Kantor Cabang Utama Bandung adalah penurunan kinerja karyawan sehingga tidak mencapai target kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis: 1) kualitas kehidupan kerja, 2) kepuasan kerja, 3) kinerja karyawan, dan 4) besarnya pengaruh kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 karyawan, dengan menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda, serta koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis, secara simultan kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Sementara itu, hasil analisis parsial menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja memiliki nilai pengaruh yang paling dominan dibandingkan dengan variabel kualitas kehidupan kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja karyawan di PT.Taspen (Persero) KCU Bandung berada dalam kategori baik, meskipun kinerja karyawan juga berada dalam kategori baik.Secara simultan, kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 66,1%.Namun, secara parsial, kepuasan kerja memiliki pengaruh yang lebih dominan (40,1%) dibandingkan kualitas kehidupan kerja (26%) terhadap kinerja karyawan.

Meskipun penelitian ini mengindikasikan kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja karyawan berada dalam kategori baik, temuan kinerja karyawan yang masih rendah menjadi celah menarik untuk penelitian lanjutan. Akan sangat berharga untuk menggali lebih dalam mengapa ada diskrepansi antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja mereka yang baik dengan hasil kinerja yang belum optimal. Penelitian selanjutnya bisa fokus pada identifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kinerja, seperti gaya kepemimpinan, budaya perusahaan, atau sistem reward dan punishment yang berlaku, melalui studi kasus yang lebih komprehensif. Selain itu, metode kualitatif seperti wawancara mendalam atau diskusi kelompok terarah akan sangat membantu untuk menangkap nuansa dan pengalaman subjektif karyawan, mengungkap hambatan nyata serta harapan mereka yang tidak terukur dalam survei kuantitatif. Ini akan memberikan perspektif holistik dan data kaya untuk memahami akar masalah kinerja yang sebenarnya. Lebih lanjut, studi komparatif antar cabang PT. Taspen dengan tingkat kinerja yang berbeda dapat menjadi arah penelitian menarik untuk mengidentifikasi praktik terbaik atau faktor pembeda yang mendorong kinerja unggul di cabang lain. Melakukan intervensi berbasis hasil penelitian ini, seperti program peningkatan kepuasan kerja yang ditargetkan, kemudian mengukur dampaknya secara longitudinal, juga akan memberikan validasi empiris yang kuat. Penelitian ke depan perlu mempertimbangkan bagaimana program peningkatan kualitas kehidupan kerja atau kepuasan kerja dapat secara konkret dan terukur berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan, sehingga tidak hanya terbatas pada persepsi tetapi juga berdampak pada produktivitas yang nyata. Dengan demikian, rekomendasi kebijakan dapat disusun berdasarkan bukti yang lebih kuat dan mendalam.

Read online
File size187.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test