FEB UMIFEB UMI

Paradoks : Jurnal Ilmu EkonomiParadoks : Jurnal Ilmu Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity endorser, brand image, dan labelisasi halal terhadap minat beli konsumen skincare MS Glow. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Total sampel penelitian ini berjumlah 104 sampel. Metode analisis menggunakan regresi linear berganda dengan alat (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorser tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen, brand image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan citra merek premium sebagai faktor dominan, serta labelisasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen terutama melalui kepercayaan konsumen Muslim. Secara simultan, ketiga variabel ini berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen skincare MS Glow, sehingga diperlukan strategi penguatan brand image, optimalisasi labelisasi halal, dan seleksi celebrity endorser yang lebih relevan guna meningkatkan daya saing produk di pasar skincare halal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri skincare halal untuk memprioritaskan pengembangan citra merek yang kuat, sehingga menciptakan reputasi yang positif bagi merek skincare MS Glow, dan sertifikasi halal yang kredibel, sehingga membangun kepercayaan konsumen Muslim terhadap kehalalan produk. Selain itu, temuan ini memperkaya literatur pemasaran halal di Indonesia dengan bukti empiris dari konteks lokal Purwokerto.

Penelitian ini mengindikasikan bahwa brand image dan labelisasi halal berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen skincare MS Glow.Sementara itu, celebrity endorser tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen.Hasilnya menegaskan bahwa pandangan positif terhadap citra merek serta keyakinan pada kualitas kehalalan prodak merupakan komponen yang mendorong konsumen dalam pembelian produk skincare MS Glow.

Mengingat pertumbuhan pesat industri skincare dan persaingan yang ketat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna memahami lebih dalam minat beli konsumen. Pertama, penelitian ini menemukan bahwa pengaruh celebrity endorser tidak signifikan, padahal MS Glow banyak menggunakan figur publik. Oleh karena itu, studi di masa depan dapat meneliti lebih lanjut mengapa peran celebrity endorser tidak efektif, mungkin dengan mengkaji faktor-faktor mediasi atau moderasi seperti kesesuaian antara selebriti dan merek (brand-endorser fit), tingkat kredibilitas sumber yang lebih mendalam, atau bahkan tingkat skeptisisme konsumen terhadap iklan selebriti. Pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau diskusi kelompok terfokus dengan konsumen, bisa sangat berguna untuk menggali persepsi yang lebih rinci mengenai dampak endorser yang digunakan. Kedua, mengingat mayoritas responden adalah generasi muda yang aktif di media sosial dan menggunakannya sebagai sumber informasi utama, penelitian berikutnya bisa fokus pada pengaruh strategi pemasaran digital yang lebih luas. Ini termasuk bagaimana konten yang dibuat pengguna (user-generated content), peran micro-influencer atau nano-influencer, serta kampanye interaktif di media sosial memengaruhi minat beli produk skincare. Membandingkan efektivitas berbagai jenis influencer dengan celebrity endorser yang besar akan memberikan wawasan berharga bagi strategi pemasaran digital. Terakhir, untuk mengatasi keterbatasan sampel penelitian ini yang didominasi oleh kelompok pekerjaan tertentu, studi selanjutnya dapat melakukan penelitian komparatif. Misalnya, membandingkan minat beli konsumen MS Glow di antara segmen demografi yang berbeda, seperti pelajar/mahasiswa versus pekerja profesional, atau kelompok dengan rentang pendapatan yang bervariasi. Penelitian semacam ini akan membantu memahami apakah prioritas dan respons konsumen terhadap brand image, labelisasi halal, dan celebrity endorser berbeda secara signifikan antar segmen, sehingga menghasilkan gambaran pasar yang lebih lengkap dan rekomendasi strategi yang lebih tepat sasaran.

  1. Pengaruh Labelisasi Halal, Harga dan Brand Image terhadap Minat Beli Mahasiswa FEBI UIN SATU Tulungagung... jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnalekono/article/view/1936Pengaruh Labelisasi Halal Harga dan Brand Image terhadap Minat Beli Mahasiswa FEBI UIN SATU Tulungagung jurnal lldikti4 index php jurnalekono article view 1936
  2. Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Minat Beli Konsumen di Restoran Kampoeng Hayam Kota Serang | Jurnal... doi.org/10.60036/jbm.v4i3.art7Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Minat Beli Konsumen di Restoran Kampoeng Hayam Kota Serang Jurnal doi 10 60036 jbm v4i3 art7
  3. Pengaruh Celebrity Endorser dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Impulsif pada PT. Amerta Indah... ulilalbabinstitute.id/index.php/EKOMA/article/view/9278Pengaruh Celebrity Endorser dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Impulsif pada PT Amerta Indah ulilalbabinstitute index php EKOMA article view 9278
  4. PENGARUH BRAND TRUST DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI PRODUK HOODIEKU DENGAN SELEBGRAM AWKARIN... doi.org/10.33795/jab.v9i1.482PENGARUH BRAND TRUST DAN CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI PRODUK HOODIEKU DENGAN SELEBGRAM AWKARIN doi 10 33795 jab v9i1 482
Read online
File size371.67 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test