UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Jamur tiram (Pleurotus ostreatu) adalah jamur pangan kedua yang banyak dibudidayakan di dunia. Jamur ini memiliki nilai nutrisi yang baik dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Kebutuhan konsumsi jamur tiram semakin meningkat namun produksinya masih rendah. Pemerintah Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah memandang ini sebagai peluang untuk memberdayakan kaum perempuan di desanya. Kegiatan budidaya jamur dilakukan oleh Ibu-ibu PKK, namun belum maksimal karena tidak memiliki keahlian untuk melakukan pembuatan media tumbuh dan penanaman biibt jamur tiram. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian budidaya jamur tiram di Desa Teru melalui pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi (praktik) agar peserta mendapat pengalaman lansung. Pendampingan dilakukan mulai dari proses persiapan hingga pemantauan pertumbuhan misselium jamur tiram. Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur. Sebanyak 73.77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna putih.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur tiram sebagai upaya untuk mencapai kemandirian budidaya jamur di Desa Teru telah berhasil dilakukan.Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur.77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna putih.

Penelitian ini merupakan langkah awal yang baik dalam memberdayakan masyarakat Desa Teru, namun terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan dampak program. Salah satu pertanyaan penelitian penting adalah bagaimana keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram ini dalam jangka panjang setelah program pendampingan selesai, serta sejauh mana kemandirian yang telah dicapai benar-benar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga Ibu-ibu PKK. Studi lanjutan dapat mengevaluasi secara kuantitatif hasil panen jamur, menganalisis fluktuasi harga pasar, dan mengidentifikasi strategi terbaik untuk menjaga keberlangsungan produksi dan profitabilitas. Selain itu, mengingat adanya kasus kegagalan media tumbuh yang terendam air, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian metode sterilisasi media yang lebih inovatif, efisien, dan tahan terhadap kendala operasional di tingkat komunitas, atau eksplorasi komposisi media tumbuh alternatif yang lebih murah dan mudah diakses secara lokal. Terakhir, untuk memaksimalkan potensi ekonomi, perlu adanya studi mengenai strategi pemasaran produk jamur tiram, termasuk analisis rantai pasok, identifikasi pasar potensial, dan peluang diversifikasi produk olahan jamur. Hal ini penting agar kemandirian dalam produksi tidak berhenti pada tahap budidaya saja, melainkan berlanjut hingga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pelaku usaha di Desa Teru.

Read online
File size4.73 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test