STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Semakin banyaknya ibu bekerja menjadi salah satu faktor tidak tercapainya pemberian ASI eksklusif. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja dibagi menjadi tiga yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan cross‑sectional. Sampel pada penelitian ini ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6–24 bulan sebanyak 40 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik Chi‑Square diketahui dukungan atasan kerja tidak ada hubungan terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,225), ketersediaan fasilitas ada hubungan terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,033) dan dukungan teman kerja tidak ada hubungan terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,726). Saran bagi RS diharapkan adanya peningkatan dukungan tenaga kesehatan serta atasan kerja terkait pelaksanaan pemberian ASI eksklusif sehingga keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja semakin bertambah.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan atasan kerja dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja (p=0,225, OR=2,188).Tersedianya fasilitas di tempat kerja berhubungan positif dengan keberhasilan ASI eksklusif (p=0,033, OR=0,222).Dukungan teman kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberhasilan ASI eksklusif (p=0,726, OR=0,800).

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana jenis fasilitas laktasi di tempat kerja, seperti ruang menyusui pribadi versus ruang bersama, memengaruhi tingkat keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Selanjutnya, penting untuk mengkaji efek kebijakan jadwal kerja fleksibel, termasuk pemberian waktu istirahat khusus atau opsi kerja daring, terhadap kemampuan ibu menyusui secara eksklusif selama periode kerja. Selain itu, dapat dieksplorasi peran program dukungan sesama rekan kerja, misalnya melalui pendampingan ibu menyusui oleh mentor senior, dan membandingkan efektivitas dukungan formal versus informal dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Metode campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam dapat digunakan untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai persepsi ibu serta hambatan yang dihadapi. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan memberikan wawasan praktis bagi institusi untuk merancang kebijakan dan fasilitas yang lebih mendukung ibu menyusui.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #antenatal care#antenatal care
Read online
File size258.03 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3jL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test