IBSIBS

Journal of Accounting, Management and Islamic EconomicsJournal of Accounting, Management and Islamic Economics

Financial distress merupakan keadaan dimana perusahaan mengalami tahap memburuknya situasi keuangan sebelum terjadi kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh dari indikator keuangan, non-keuangan dan tata kelola perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode springate (S-score) untuk mengukur tingkat financial distress. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan 21 perusahaan sektor transportasi. Data yang diperoleh berupa data sekunder laporan tahunan perusahaan dari publikasi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi linier berganda data panel yang diolah menggunakan software Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interest coverage ratio berpengaruh positif terhadap financial distress dan opini audit going concern berpengaruh negatif terhadap financial distress, sedangkan long-term debt to equity ratio, usia perusahaan, dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap financial distress.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa.(1) Variabel long-term debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa hutang jangka panjang digunakan oleh perusahaan tidak untuk menghindari kondisi financial distress.(2) Variabel interest coverage ratio berpengaruh positif terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa perusahaan dengan tingkat rasio ICR yang tinggi dianggap mampu mengelola hutang serta bunga dengan baik sehingga dapat menghindari kondisi financial distress.(3) Variabel usia perusahaan tidak berpengaruh terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa dewasa dan mudanya usia suatu perusahaan tidak menjamin perusahaan tersebut dapat menghindari kondisi financial distress.(4) Variabel opini audit going concern berpengaruh negatif terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa opini audit going concern dapat membantu perusahaan untuk menghindari kondisi financial distress.(5) Variabel dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa proporsi dari dewan komisaris independen tidak mempengaruhi pengawasan terhadap kegiatan serta aktivitas perusahaan pada penghindaran kondisi financial distress.(6) Variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap financial distress, ini menjelaskan bahwa presentasi kepemilikan institusional dalam memberikan pengawasan terhadap kegiatan perusahaan tidak menjamin perusahaan dapat menghindari kondisi financial distress.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan ukuran sampel dan periode penelitian yang lebih lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain seperti faktor makro ekonomi yang memberikan pengaruh terhadap financial distress. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan model penelitian dengan membandingkan masa sebelum pandemi dan semasa pandemi covid-19 untuk melihat dampak pandemi terhadap kondisi financial distress perusahaan.

  1. ANALISIS FINANCIAL DISTRESS : OPERATING CAPACITY, LEVERAGE, DAN PROFITABILITAS | Idawati | Jurnal Akuntansi... doi.org/10.30813/jab.v13i1.1914ANALISIS FINANCIAL DISTRESS OPERATING CAPACITY LEVERAGE DAN PROFITABILITAS Idawati Jurnal Akuntansi doi 10 30813 jab v13i1 1914
  2. Analisis Akurasi Model Altman Modifikasi (Z”-Score), Zmijewski, Ohlson, Springate dan Grover Untuk... doi.org/10.28932/jam.v13i1.2700Analisis Akurasi Model Altman Modifikasi ZAy Score Zmijewski Ohlson Springate dan Grover Untuk doi 10 28932 jam v13i1 2700
Read online
File size469.39 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test