SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

Penelitian ini mengkaji pengaruh perilaku mencari perhatian dan rasa kesepian terhadap penggunaan media sosial yang bermasalah pada usia dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 201 partisipan dipilih melalui survei secara sukarela. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Kecanduan Media Sosial Bergen (BSMAS) untuk mengukur penggunaan media sosial yang bermasalah, Skala Mencari Perhatian untuk menilai perilaku mencari perhatian, dan Skala Kesepian UCLA versi 3 untuk mengevaluasi rasa kesepian. Analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa perilaku mencari perhatian dan rasa kesepian berdampak signifikan terhadap penggunaan media sosial yang bermasalah, dengan R² sebesar 0,661, menunjukkan kontribusi sebesar 66,1%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perilaku mencari perhatian (p-value < 0,001, t = 8,185) dan rasa kesepian (p-value < 0,001, t = 6,086) secara signifikan memengaruhi penggunaan media sosial yang bermasalah. Kesimpulannya, baik perilaku mencari perhatian maupun rasa kesepian secara signifikan berkontribusi terhadap penggunaan media sosial yang bermasalah di kalangan usia dewasa awal di Jabodetabek.

Perilaku mencari perhatian dan rasa kesepian secara signifikan berkontribusi terhadap penggunaan media sosial yang bermasalah pada usia dewasa awal di Jabodetabek.Kedua faktor tersebut memberikan kontribusi sebesar 66,1% berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda.Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi psikologis yang menargetkan aspek psikologis mendasar seperti kebutuhan akan validasi sosial dan kualitas hubungan sosial dalam upaya mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menelusuri bagaimana perkembangan perilaku mencari perhatian dari masa remaja ke dewasa awal memengaruhi pola penggunaan media sosial secara berkelanjutan, sehingga dapat diketahui apakah kecenderungan ini bersifat jangka panjang atau situasional. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi psikologis berbasis sekolah atau kampus yang dirancang khusus untuk mengurangi ketergantungan emosional terhadap validasi online, dengan menguji apakah pelatihan kesehatan mental dapat menurunkan kebutuhan untuk mendapatkan like atau komentar positif di media sosial. Ketiga, diperlukan studi komparatif antar wilayah urban dan non-urban untuk memahami bagaimana konteks sosial dan budaya lokal memengaruhi hubungan antara kesepian dan penggunaan media sosial, mengingat pola interaksi sosial di luar Jabodetabek mungkin berbeda dan dapat mengubah dinamika penggunaan media daring. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan dimensi waktu, intervensi praktis, dan variasi geografis yang belum banyak diungkap.

  1. Current Opinion in Psychiatry. current opinion psychiatry journals.lww.com/co-psychiatry/abstract/2020/09000/influence_of_social_media_on_mental_health__a.7.aspxCurrent Opinion in Psychiatry current opinion psychiatry journals lww co psychiatry abstract 2020 09000 influence of social media on mental health a 7 aspx
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/adb0000160APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 adb0000160
Read online
File size200.29 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test