SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

Pandemi COVID-19 memberikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi tenaga medis di seluruh dunia, memaksa mereka menghadapi beban kerja yang berat, tekanan psikologis, dan dilema etis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan psikologis (resilience) dan religiusitas di kalangan tenaga medis selama pandemi. Pendekatan campuran digunakan, menggabungkan data kuantitatif dari survei tervalidasi dan wawasan kualitatif dari wawancara semi-terstruktur. Temuan menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara resilience dan religiusitas, menunjukkan bahwa religiusitas berfungsi sebagai peredam psikologis yang meningkatkan ketahanan mental tenaga medis. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi intervensi yang memperkuat religiusitas dan resilience ke dalam kebijakan organisasi untuk mendukung tenaga medis selama krisis. Implikasi temuan ini dibahas dalam konteks kebijakan dan praktik kesehatan di masa depan.

Penelitian ini menunjukkan hubungan yang kuat antara ketahanan psikologis dan religiusitas pada tenaga medis selama pandemi COVID-19.Religiusitas berperan sebagai sumber kekuatan psikologis yang membantu tenaga medis menghadapi stres dan ketidakpastian.Integrasi pendekatan spiritual dan penguatan ketahanan mental ke dalam kebijakan kesehatan diperlukan untuk mengurangi risiko kelelahan dan mendukung kesejahteraan jangka panjang tenaga medis.

Pertama, perlu diteliti bagaimana ketahanan mental dan religiusitas memengaruhi kesejahteraan jangka panjang tenaga medis setelah masa pandemi, untuk melihat apakah dampak positif dari religiusitas terhadap resilience bersifat tahan lama atau hanya muncul selama krisis. Kedua, penting untuk mengeksplorasi perbedaan pengaruh berbagai agama atau tradisi keagamaan terhadap pembentukan ketahanan psikologis, agar intervensi kesehatan mental bisa dirancang secara lebih kontekstual dan sesuai dengan latar belakang budaya serta keyakinan individu. Ketiga, penelitian lanjutan bisa menguji efektivitas program pelatihan ketahanan mental yang mengintegrasikan praktik spiritual berbasis agama, seperti doa, meditasi keagamaan, atau konseling berbasis nilai-nilai religius, dalam meningkatkan kesehatan mental tenaga medis di rumah sakit selama dan setelah krisis kesehatan publik.

Read online
File size191.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test