BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Pembuatan animasi Prodigal Son muncul dari kesadaran penulis akan kebutuhan media pengajaran gereja yang segar dan menarik bagi remaja berusia 12-17 tahun. Media saat ini sering kali kurang menarik karena hanya fokus pada alur cerita tanpa memberikan keterlibatan mendalam. Celah ini menunjukkan urgensi untuk mengembangkan media baru yang secara efektif menyampaikan esensi cerita menggunakan gaya visual Gestalt MoVS (Movement on Voice and Spirit). Studi ini menjawab bagaimana menciptakan animasi yang mengisi celah ini, menerapkan konsep Gestalt MoVS, dan memvisualisasikan cerita Prodigal Son melalui pendekatan ini. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan penelitian berbasis praktik, prosesnya mencakup studi pustaka tentang teori Gestalt MoVS, filosofi teologis, hermeneutika, semiotika, prinsip VCD (Visual Communication Design), serta wawancara dengan teolog, animator, ahli media, dan psikolog remaja. Uji coba media dengan audiens target juga berkontribusi pada analisis visual. Hasilnya adalah animasi yang estetis yang menyampaikan tiga esensi utama cerita—penyesalan, pengampunan, dan rasa terima kasih—dalam konfigurasi paradoks, menghadapi audiens yang menyesali diri dan yang menghakimi orang lain. Animasi ini menawarkan solusi inovatif untuk memperkenalkan remaja dan mempermudah penyampaian cerita Alkitab, menekankan pendekatan interdisipliner untuk menginspirasi pemahaman spiritual dan aplikasi kehidupan nyata.

Dalam proses kreatif, penggunaan Simplifikasi Pesan Cerita dan Gaya Visual Gestalt menjadi strategi utama untuk menyajikan esensi pesan penyesalan, pengampunan, dan rasa terima kasih secara sederhana namun mendalam.Simplifikasi narasi dilakukan melalui penggunaan bentuk geometris dan simbol visual, sementara prinsip Gestalt MoVS diterapkan untuk membangun komposisi yang harmonis dan koheren.Ini dimaksudkan agar setiap gerakan dan transisi visual dapat menggambarkan makna spiritual dalam cerita tanpa bergantung pada penjelasan verbal berlebihan.Dengan pendekatan ini, animasi diharapkan dapat menyajikan pengalaman yang lebih reflektif dan menarik bagi audiens remaja yang berada dalam fase kognitif operasional formal menurut teori Jean Piaget.Animasi Prodigal Son yang dikembangkan bukan hanya menjadi media penyampaian alur cerita parabel secara naratif, tetapi juga menjadi alat komunikasi visual yang memprioritaskan pemahaman filosofis, hermeneutik, dan semiotik.Ini diharapkan dapat membangun interpretasi yang lebih bermakna, mendalam, dan relevan bagi audiens remaja gereja, serta menjadi kontribusi baru dalam menyampaikan pesan teologis melalui media inovatif dan kontekstual.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan prinsip Gestalt MoVS pada cerita Alkitab lainnya untuk kelompok usia berbeda, seperti anak-anak atau dewasa. Selain itu, studi tentang efek penggunaan teknik visual Gestalt MoVS terhadap keterlibatan remaja dalam pengajaran agama dapat dilakukan untuk mengukur dampaknya secara empiris. Terakhir, penelitian tentang adaptasi budaya dari animasi ini untuk konteks lokal atau regional dapat dikembangkan, sehingga memperkaya variasi media pengajaran religius yang relevan dengan karakteristik masyarakat setempat.

  1. 2D ANIMATE CREATION ‘PRODIGAL SON’ GESTALT MOVS | International Journal of Social Science.... bajangjournal.com/index.php/IJSS/article/view/99282D ANIMATE CREATION AoPRODIGAL SONAo GESTALT MOVS International Journal of Social Science bajangjournal index php IJSS article view 9928
Read online
File size459.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test