AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL

Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] JournalAksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk persepsi sosial terhadap merek lokal di Indonesia di kalangan Generasi Z. Di era digital, platform media sosial menjadi ruang dominan di mana interaksi sosial mempengaruhi sikap konsumen dan pembentukan citra merek. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk memahami pengalaman hidup Generasi Z dalam menafsirkan dan merespons konten merek lokal di media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih berusia 18-24 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Temuan mengungkapkan bahwa media sosial membentuk persepsi sosial melalui interaksi sebaya, kredibilitas influencer, konten yang dihasilkan pengguna, dan representasi simbolik identitas. Merek lokal yang berhasil membangun keterlibatan emosional dan relevansi sosial cenderung mendapatkan kepercayaan dan loyalitas yang lebih kuat. Studi ini menekankan bahwa persepsi sosial adalah konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi digital, bukan hanya terpengaruh oleh paparan iklan tradisional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk persepsi sosial merek lokal di Indonesia di kalangan Generasi Z.Berdasarkan analisis fenomenologis, dapat disimpulkan bahwa persepsi merek lokal tidak terbentuk secara individual dan rasional saja, tetapi melalui proses konstruksi sosial yang terjadi di ruang digital.Media sosial berfungsi sebagai arena interaksi sosial di mana opini, pengalaman, dan validasi kolektif membentuk citra merek.Paparan berulang terhadap konten, interaksi di kolom komentar, konten yang dihasilkan pengguna, dan peran influencer sebagai pemimpin opini digital menjadi faktor kunci dalam membangun legitimasi sosial merek lokal.Persepsi kualitas dan kepercayaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada komunikasi korporat resmi, tetapi semakin ditentukan oleh komunikasi horizontal antara pengguna.Selain itu, merek lokal ditafsirkan sebagai simbol identitas sosial oleh Generasi Z.Penggunaan merek lokal tidak hanya mencerminkan preferensi produk, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai sosial seperti nasionalisme, keberlanjutan, dan dukungan terhadap ekonomi domestik.Temuan ini memperkuat relevansi teori konstruksi sosial dan teori identitas sosial dalam memahami dinamika pemasaran digital.Secara praktis, temuan ini implikasi bahwa merek lokal perlu mengembangkan strategi komunikasi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk menyelidiki pengaruh media sosial pada perilaku pembelian Generasi Z di luar konteks merek lokal. Apakah media sosial juga mempengaruhi keputusan pembelian produk-produk global? Apakah ada perbedaan signifikan antara Generasi Z dan generasi sebelumnya dalam hal ini? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi yang efektif bagi merek lokal dalam membangun komunitas digital yang kuat dan mendorong partisipasi pengguna. Bagaimana merek lokal dapat memanfaatkan influencer dan konten yang dihasilkan pengguna untuk meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan konsumen? Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak media sosial pada reputasi merek lokal di pasar global. Bagaimana persepsi kualitas dan kepercayaan yang terbentuk di media sosial mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di luar negeri?.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0025848APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0025848
Read online
File size299.82 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test