IAINSORONGIAINSORONG

Tasamuh: Jurnal Studi IslamTasamuh: Jurnal Studi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai bentuk resepsi Al-Quran di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Maruf Juranguluh Kediri, menggunakan pendekatan kualitatif yang terinformasi oleh teori resepsi Hans Robert Jauss dan tipologi resepsi Al-Quran Ahmad Rafiq. Tiga bentuk resepsi utama dianalisis: (1) resepsi eksegesis, yang terwujud melalui studi tafsir tematik dan pemahaman prinsip-prinsip interpretasi Al-Quran; (2) resepsi fungsional, yang tercermin dalam rutinitas spiritual seperti khataman Al-Quran, riyāḍah arbaīn, dan pembacaan surah-surah tertentu sebagai bagian dari kehidupan spiritual dan komunal pesantren; dan (3) resepsi estetis, yang terlihat dalam pelatihan tilawah Al-Quran dan kaligrafi sebagai ekspresi penghormatan terhadap keindahan teks suci. Temuan mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk resepsi ini terintegrasi ke dalam kurikulum inti pesantren, mewakili visi untuk menghasilkan siswa yang mempersonifikasikan Al-Quran dalam bacaan, makna, dan praktik. Resepsi Al-Quran dalam konteks ini tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga sangat praktis, membentuk pengalaman hidup dan sistem nilai dalam pesantren.

Penelitian ini menegaskan bahwa Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Juranguluh Kediri merupakan representasi konkret dari institusi keagamaan yang menghidupkan Al-Quran secara menyeluruh melalui tiga bentuk utama resepsi.Ketiga bentuk resepsi ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dalam membentuk sistem pendidikan, spiritualitas, dan kebudayaan pesantren yang berpusat pada Al-Quran.Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa Al-Quran dihidupi oleh pesantren tidak sekadar sebagai teks normatif, melainkan sebagai sumber makna yang hidup (living text) yang membentuk kesadaran, tindakan, dan struktur sosial keagamaan santri.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pengaruh media sosial terhadap resepsi Al-Quran di kalangan santri, mengingat peran penting media sosial dalam membentuk opini dan perilaku generasi muda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum yang lebih integratif, yang mampu menggabungkan aspek eksegesis, estetis, dan fungsional dalam pembelajaran Al-Quran, sehingga santri tidak hanya mampu menghafal dan memahami makna Al-Quran, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas berbagai metode pembelajaran Al-Quran di pesantren, sehingga dapat dirumuskan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan santri di era modern. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta sistem pendidikan Al-Quran yang lebih komprehensif, inovatif, dan mampu menghasilkan generasi yang memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Quran serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. Khazanah Living Quran dalam Masyarakat Aceh | TAFSE: Journal of Qur'anic Studies. khazanah living... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/article/view/11372Khazanah Living Quran dalam Masyarakat Aceh TAFSE Journal of Quranic Studies khazanah living jurnal ar raniry ac index php tafse article view 11372
  2. The Role of KH. Ahmad Rafiq Udin in Developing Islamic Education | KnE Social Sciences. role kh ahmad... doi.org/10.18502/kss.v9i12.15865The Role of KH Ahmad Rafiq Udin in Developing Islamic Education KnE Social Sciences role kh ahmad doi 10 18502 kss v9i12 15865
Read online
File size292.73 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test