ARIMSIARIMSI

Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan AlamPolygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam

Android terus berinovasi, sistem biometrik khususnya sensor sidik jari (fingerprint) harus beroperasi dengan efisiensi yang tinggi. Namun, tantangan utama masih terletak pada komunikasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang sering kali menimbulkan latency tinggi, konsumsi daya berlebih, serta ketidaksesuaian protokol antar komponen. Akibatnya, kecepatan autentikasi menurun dan stabilitas sistem terancam, terutama pada perangkat kelas menengah ke bawah. Studi ini menelusuri beragam penerapan sistem sidik jari berbasis Android dengan menitikberatkan pada cara modul sensor berinteraksi dengan mikrokontroler atau Trusted Execution Environment (TEE) serta sistem operasi melalui pendekatan hardware‑software co‑design, guna menilai efisiensi integrasi di setiap lapisan. Analisis mengungkap bahwa protokol konvensional seperti Bluetooth atau koneksi serial masih menimbulkan penundaan, sementara penyempurnaan driver dan lapisan abstraksi hardware (HAL) dapat secara signifikan memangkas latensi. Sebagai solusi, peneliti mengusulkan penerapan co‑design optimization yang memanfaatkan normalisasi alur data pada HAL serta mengadopsi protokol komunikasi ringan untuk mempercepat proses verifikasi. Berdasarkan hasil pengujian, pendekatan ini berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan—waktu autentikasi berkurang hingga 35 % dan konsumsi daya turun sekitar 15 %. Dengan demikian, efisiensi komunikasi antara hardware dan software menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan performa serta keandalan sistem fingerprint pada perangkat Android.

Penelitian ini mengidentifikasi kompleksitas arsitektur internal Android, khususnya pada interaksi antara HAL, TEE, dan Android Biometric Framework, sebagai penyebab utama latensi tinggi dalam autentikasi sidik jari, terutama pada perangkat kelas menengah ke bawah.Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan serangkaian optimalisasi meliputi penyederhanaan jalur komunikasi, transisi ke mekanisme asinkron, penyesuaian prioritas kernel, serta koordinasi HAL dan TEE yang lebih baik, termasuk manajemen buffer adaptif.Hasilnya, strategi optimasi ini secara signifikan meningkatkan kinerja sistem, mengurangi waktu autentikasi hingga 35%, menurunkan konsumsi daya sebesar 15%, serta menciptakan sistem autentikasi sidik jari yang lebih efisien, cepat, dan andal pada perangkat Android.

Melihat keberhasilan optimasi komunikasi hardware-software pada sistem fingerprint Android, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk dieksplorasi. Pertama, menarik untuk menyelidiki bagaimana arsitektur co-design yang adaptif dapat dikembangkan untuk secara dinamis menyesuaikan prioritas kernel dan strategi manajemen buffer pada perangkat Android dengan rentang spesifikasi hardware yang sangat beragam, khususnya di segmen menengah ke bawah. Penelitian ini dapat berfokus pada mekanisme otomatisasi yang memungkinkan sistem mempertahankan efisiensi autentikasi biometrik yang optimal secara konsisten tanpa mengorbankan performa sistem secara keseluruhan, bahkan saat sumber daya terbatas. Kedua, perluasan prinsip-prinsip optimasi komunikasi yang telah diterapkan pada sensor sidik jari ini ke metode biometrik lainnya, seperti pengenalan wajah atau pemindai iris, akan menjadi area studi yang berharga. Hal ini dapat mencakup analisis komparatif untuk mengidentifikasi tantangan unik serta peluang efisiensi pada jenis sensor biometrik yang berbeda, dengan tujuan menciptakan ekosistem autentikasi yang lebih aman, cepat, dan terintegrasi secara holistik di platform Android. Ketiga, sebuah studi mendalam tentang dampak jangka panjang dari arsitektur komunikasi fingerprint yang telah dioptimasi ini terhadap kinerja dan pengalaman pengguna aplikasi pihak ketiga yang mengintegrasikan API biometrik Android dapat memberikan wawasan penting. Investigasi ini dapat mengevaluasi potensi efek pada latensi startup aplikasi, konsumsi memori, dan stabilitas sistem saat berbagai SDK pengembang berinteraksi dengan lapisan biometrik yang telah diperbarui, membantu mengidentifikasi potensi bottleneck baru atau kebutuhan akan pedoman pengembangan aplikasi yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini akan berkontribusi signifikan pada pengembangan sistem autentikasi biometrik yang lebih cerdas dan responsif di masa depan.

  1. Penerapan Hubungan Hardware-Software pada Sistem Operasi Android dalam Pengelolaan Sensor Fingerprint... doi.org/10.62383/polygon.v3i6.817Penerapan Hubungan Hardware Software pada Sistem Operasi Android dalam Pengelolaan Sensor Fingerprint doi 10 62383 polygon v3i6 817
  2. A WSM-based Comparative Study of Vision Tracking Methodologies. wsm based comparative study vision tracking... doi.org/10.14569/IJACSA.2021.0120811A WSM based Comparative Study of Vision Tracking Methodologies wsm based comparative study vision tracking doi 10 14569 IJACSA 2021 0120811
  3. Penerapan Sistem Informasi Pemasaran Toko Oleh-Oleh Makanan Khas Danau Maninjau Berbasis WEB | Neptunus:... doi.org/10.61132/neptunus.v3i3.1035Penerapan Sistem Informasi Pemasaran Toko Oleh Oleh Makanan Khas Danau Maninjau Berbasis WEB Neptunus doi 10 61132 neptunus v3i3 1035
Read online
File size511.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test