UnsilUnsil

tlemctlemc

Secara psikologis, kesadaran diri dianggap sebagai salah satu indikator kecerdasan emosional. Berbagai studi sebelumnya telah membahas kesadaran pada siswa dan guru, namun sebagian besar tidak menyentuh bidang pengembangan profesional, khususnya bagi guru bahasa pra‑layanan non‑native. Pengembangan profesional merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan karena profesionalisme diperlukan untuk mencapai kualitas pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meneliti keberadaan kesadaran diri pada guru bahasa pra‑layanan non‑native terhadap pengembangan profesional mereka. Data yang diperoleh melalui wawancara terbuka diproses secara kualitatif dan dianalisis secara tematik. Dalam konteks ini, kesadaran diri terkait pengembangan profesional akan dieksplorasi, dianalisis, dan dijelaskan. Selanjutnya, kebutuhan serta rekomendasi untuk pengembangan profesional dalam program pendidikan guru bahasa non‑native pada konteks EFL juga dibahas. Hasil penelitian akan dipaparkan lebih lanjut dalam makalah ini.

Kesimpulannya, pemahaman tentang fenomena yang dialami oleh calon guru selama praktik mengajar penting untuk mencapai kompetensi dasar dalam profesi mengajar.Pemahaman tentang profesionalisme guru, khususnya pengembangan profesional, harus lebih ditekankan dan dapat ditingkatkan melalui mata kuliah Pengembangan Profesional di tingkat universitas.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menyelidiki secara lebih mendalam pengembangan profesional calon guru dalam konteks berbeda, termasuk negara berbahasa Inggris dan perspektif gender.

Saran penelitian selanjutnya meliputi tiga arah utama. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif yang mengeksplorasi kesadaran diri dan pengembangan profesional calon guru bahasa di berbagai konteks budaya, khususnya di negara berbahasa Inggris, untuk menilai perbedaan faktor lingkungan terhadap proses profesionalisasi. Kedua, penelitian longitudinal yang memfokuskan pada peran gender dalam membentuk kesadaran diri serta perkembangan profesional calon guru, dengan mengumpulkan data selama beberapa tahun masa praktik dan pasca‑kelulusan, sehingga dapat mengidentifikasi pola-pola perbedaan gender yang signifikan. Ketiga, evaluasi efektivitas penambahan mata kuliah Pengembangan Profesional terstruktur dalam kurikulum pendidikan guru, melalui desain eksperimen quasi‑eksperimental yang membandingkan kelompok yang mengikuti program tersebut dengan kelompok kontrol, guna mengukur dampaknya terhadap peningkatan kesadaran diri, kompetensi mengajar, dan penerapan standar profesional. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang mendukung profesionalitas guru pra‑layanan dan memberikan dasar empiris bagi perbaikan kebijakan pendidikan.

Read online
File size584.1 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test