UnsilUnsil

tlemctlemc

Keputusan pedagogis dan praktik mengajar dipengaruhi oleh keyakinan guru peserta. Predisposisi pribadi keyakinan guru peserta terhadap praktik mengajar sangat dipengaruhi oleh pengalaman serta konten kursus yang telah diikuti. Dalam mengembangkan keyakinan, nilai, dan praktik mengajar, guru peserta mengadopsi teori tentang praktik mengajar yang baik dengan menafsirkan pengalaman mengajar atau mengikuti kursus. Meskipun banyak studi yang meneliti keyakinan guru peserta tentang praktik mengajar berdasarkan pengalaman belajar‑mengajar, sedikit yang meneliti cara guru peserta menafsirkan pengetahuan pedagogis dari teori ke praktik. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penulis melakukan studi kasus mengenai keyakinan seorang guru peserta setelah mengikuti kursus pedagogis dan menyelesaikan program pratisel. Analisis tematik dilakukan terhadap wawancara semi‑terstruktur dan jurnal reflektif seorang guru peserta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Tasikmalaya, guna mengkaji keyakinan guru peserta berdasarkan pengalamannya dalam program pratisel. Kontribusi utama penelitian ini adalah evaluasi keyakinan mengajar guru peserta selaras dengan prinsip mengajar yang diberikan di kelas, karena keyakinan mengajar berperan penting dalam pengembangan pribadi guru pratisel.

Setelah menyelesaikan program pratisel, guru peserta mengubah beberapa keyakinannya, antara lain menyadari bahwa mengajar siswa SMA tidak semudah yang diperkirakan, memahami bahwa penggunaan bahasa Inggris saja menghambat pemahaman sehingga beralih ke pencampuran bahasa, serta menyadari pentingnya latihan sebelumnya namun terbatas oleh beban kerja.Ia juga menyadari bahwa perencanaan pelajaran hanyalah satu aspek administrasi mengajar dan beralih dari memberikan instruksi beragam ke instruksi seragam untuk mempermudah evaluasi.Penelitian ini menunjukkan perjalanan perkembangan keyakinan dari konsepsi idealistik menuju konfrontasi konflik kelas dan peningkatan kepercayaan diri, serta menyarankan studi lanjutan dengan sampel lebih banyak serta desain longitudinal untuk memperdalam pemahaman tentang evolusi keyakinan guru pratisel.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana strategi pencampuran bahasa (code‑mixing) memengaruhi pemahaman dan keterlibatan siswa dalam kelas guru pratisel di berbagai wilayah Indonesia, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menangkap variasi konteks regional. Selain itu, penting untuk membandingkan dampak sesi latihan pra‑praktik terstruktur versus paparan langsung di kelas nyata terhadap perkembangan keyakinan mengajar guru pratisel, menggunakan desain longitudinal campuran guna melacak perubahan selama periode waktu yang lebih panjang. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi hubungan antara beban kerja administratif (perencanaan pelajaran, dokumentasi) dan evolusi keyakinan guru pratisel, dengan mengamati guru di berbagai jenis sekolah dan tingkat pendidikan, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang menyeimbangkan tuntutan administratif dengan penguatan keyakinan profesional.

Read online
File size487.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test