UNNARUNNAR

e-NARODROIDe-NARODROID

Transportasi laut merupakan salah satu moda transportasi utama di Indonesia. Aliran kapal dan barang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika peningkatan tersebut tidak didukung oleh infrastruktur, fasilitas yang memadai, serta layanan yang baik, maka akan timbul masalah lalu lintas pada pelayaran yang berujung pada permasalahan antrean di pelabuhan. Ketidakefisienan pola kedatangan dan pelayanan kapal tambat memperparah masalah antrean tersebut. Sistem layanan penambatan kapal di Dermaga Jamrud Utara masih dilakukan secara manual melalui pertemuan harian untuk menentukan posisi tambat. Perancangan sistem manajemen penjadwalan penambatan kapal dengan mensimulasikan jadwal kapal diharapkan dapat membantu proses layanan bagi pihak pengelola pelabuhan dan agen. Algoritma sequential searching digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data kedatangan kapal dengan meminimalkan total waktu pelayanan kapal. Simulasi menunjukkan bahwa proses penambatan kapal dapat dilakukan secara cepat dengan memastikan waktu pelayanan kapal sesuai dengan prosedur operasi standar. Rata‑rata waktu tunggu kapal penumpang adalah 41 jam, kapal kargo 47 jam, dan kapal curah kering 70 jam dengan koefisien determinasi R² = 0,9.

Dibuat sistem informasi penjadwalan kapal tambat berbasis sequential untuk mendukung zero waiting time di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.Optimalisasi kapasitas dermaga Jamrud Utara menghasilkan hubungan antara bobot kapal dengan waktu tambat melalui pendekatan polynomial dengan nilai R² sebesar 0,7.Rata‑rata waktu tambat kapal penumpang, kargo, dan curah kering masing‑masing adalah 41 jam, 47 jam, dan 70 jam selama periode 1 bulan (9 September‑5 Oktober 2013).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma optimasi alternatif seperti genetic algorithm atau simulated annealing untuk alokasi tambat kapal dan membandingkan efektivitasnya dengan metode sequential searching yang telah diterapkan, sehingga dapat diketahui mana yang memberikan waktu tunggu paling rendah dan pemanfaatan dermaga lebih optimal. Selain itu, model penjadwalan dapat diperluas ke skenario multi‑dermaga dengan mempertimbangkan aturan prioritas dinamis berdasarkan jenis kapal, ukuran muatan, dan kondisi cuaca, sehingga solusi yang dihasilkan lebih realistis untuk pelabuhan dengan kapasitas dermaga yang beragam. Selanjutnya, integrasi data AIS (Automatic Identification System) secara real‑time ke dalam sistem simulasi dapat meningkatkan akurasi prediksi kedatangan kapal, memungkinkan penyesuaian jadwal secara adaptif dan berpotensi menurunkan waktu tunggu secara signifikan, yang selanjutnya dapat diuji melalui studi kasus di pelabuhan Tanjung Perak.

Read online
File size439.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test