LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penalaran Moral terhadap Kualitas Audit Internal dengan Kompetensi Auditor sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data yang digunakan adalah data primer yang disebarkan kepada 300 auditor internal BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner yang berisi pilihan setuju, sangat setuju, sangat tidak setuju, tidak setuju, dan normal/rata-rata terkait penalaran auditor, kompetensi auditor, dan standar audit internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Penalaran Moral memiliki hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit Internal karena nilai P-Values berada di bawah tingkat signifikansi 0,05, yaitu 0,019. Hal ini disebabkan karena kepentingan moral yang baik dari auditor lebih mengutamakan kepentingan publik/perusahaan/negara daripada kepentingan pribadi atau hanya beberapa pihak. Selain itu, variabel Kompetensi Auditor dapat memoderasi hubungan antara variabel Penalaran Moral dan Kualitas Audit Internal karena nilai P-Values berada dalam arah positif dan berada jauh di bawah tingkat signifikansi 0,05, yaitu 0,000, bahkan lebih kecil dari penilaian langsung 0,019. Ini karena Penalaran Moral yang baik membuat auditor memprioritaskan kepentingan publik, jika disertai dengan Kompetensi Auditor yang baik, akan membuat pengaruh Penalaran Moral terhadap Kualitas Audit Internal menjadi lebih signifikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penalaran Moral memiliki hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit Internal.Kompetensi Auditor juga berperan memoderasi hubungan antara Penalaran Moral dan Kualitas Audit Internal.Hal ini mengindikasikan bahwa auditor dengan penalaran moral yang baik dan kompetensi yang memadai akan menghasilkan kualitas audit internal yang lebih tinggi, yang pada akhirnya berkontribusi pada tata kelola perusahaan yang lebih baik dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi bagaimana faktor-faktor budaya organisasi, seperti etos kerja dan transparansi, memengaruhi hubungan antara penalaran moral auditor dan kualitas audit internal. Hal ini penting karena budaya organisasi dapat menjadi landasan bagi perilaku etis auditor. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan auditor dari berbagai sektor industri dan ukuran perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang pengaruh penalaran moral dan kompetensi auditor. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara penalaran moral, kompetensi auditor, dan kualitas audit internal. Dengan menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner dengan data kualitatif dari wawancara, peneliti dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi perilaku auditor dan kualitas audit.

  1. Balance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis. balance jurnal akuntansi bisnis penulis mensubmit artikel web... doi.org/10.32502/jab.v6i1.3423Balance Jurnal Akuntansi dan Bisnis balance jurnal akuntansi bisnis penulis mensubmit artikel web doi 10 32502 jab v6i1 3423
  2. Balance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis. balance jurnal akuntansi bisnis penulis mensubmit artikel web... jurnal.um-palembang.ac.id/balanceBalance Jurnal Akuntansi dan Bisnis balance jurnal akuntansi bisnis penulis mensubmit artikel web jurnal um palembang ac balance
Read online
File size131.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test