ARIPAFIARIPAFI

Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan KatolikNubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik

Penelitian ini berfokus pada studi fenomenologis perjuangan gender calon seminari. Seksualitas dan selibat telah menjadi bahan perdebatan dan penelitian terus-menerus dalam konteks agama, khususnya dalam agama Katolik, di mana selibat merupakan bagian penting dari kehidupan spiritual para imam dan calon imam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan pengalaman calon pendeta dalam mengembangkan kehidupan seksualnya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi fenomenologis dengan cara mewawancarai para pendeta perguruan tinggi. Dari sumber-sumber tersebut digali pengalaman mereka dalam mengelola seksualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedewasaan kemanusiaan dan spiritual membuat seksualitas calon imam menjadi lebih sehat. Apresiasi yang sehat terhadap seksualitas menyebabkan calon imam bertumbuh dalam kecerdasan kemanusiaan, spiritual, intelektual, pastoral, dan komunal.

Pendidikan seksualitas calon imam adalah bagian integral dari pembinaan mereka sebagai pemimpin gereja.Pendidikan ini mencakup pemahaman mendalam tentang ajaran dan etika Katolik terkait dengan seksualitas, pernikahan, dan kehidupan keluarga.Calon imam belajar mengenai pentingnya kesucian dalam hidup diberikan tumpah darah Kristus, tata cara dan sakramen pernikahan, serta tanggung jawab moral dalam konteks hubungan seksual.Mereka juga diajarkan mengenai etika seksual dan mengatasi isu-isu seperti selibasi dalam kehidupan imam, penyalahgunaan seksual, dan pekerjaan sosial dalam membantu umat mereka yang memiliki masalah-masalah seksual.Pendidikan seksualitas ini dimaksudkan untuk mempersiapkan calon imam untuk memberikan nasihat moral dan bimbingan rohani yang sesuai kepada umat Katolik yang mereka layani dalam konteks pernikahan, keluarga, dan seksualitas.Ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memahami dan menerapkan ajaran Katolik secara konsisten dalam pandangan mereka tentang seksualitas dan hubungan manusia.Proses pembinaan calon imam di Seminari Tinggi mencakup lima aspek kematangan.Kematangan seksual adalah bagian yang penting dari semua dimensi ini, membantu calon imam dalam pengembangan karakter, moral, pengetahuan, komitmen terhadap komunitas, dan kemampuan memberikan bimbingan pastoral yang sesuai.Seiring dengan pendidikan spiritual, moral, dan intelektual mereka, pendidikan seksualitas memastikan bahwa calon imam adalah teladan yang kuat dan pelayan moral yang setia dalam Gereja Katolik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pendidikan seksualitas yang komprehensif dan efektif bagi calon imam Katolik. Model ini dapat mencakup aspek-aspek seperti pemahaman mendalam tentang ajaran Katolik terkait seksualitas, pernikahan, dan kehidupan keluarga, serta pengembangan keterampilan interpersonal dan pelayanan pastoral. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi praktis untuk membantu calon imam dalam mengelola dorongan seksual dan menjaga integritas moral mereka. Studi lanjutan juga dapat menyelidiki pengaruh kematangan hidup rohani dan spiritual terhadap penghayatan seksualitas calon imam, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kualitas pelayanan pastoral mereka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran formator dalam proses pembinaan calon imam, khususnya dalam hal pendampingan dan bimbingan rohani terkait seksualitas.

Read online
File size620.76 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test