UTPUTP

Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and CounselingCounsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling

Fenomena hubungan beracun di kalangan mahasiswa telah mendapat perhatian yang semakin meningkat karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan mental, khususnya terkait harga diri dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang pernah mengalami hubungan beracun. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional bivariat dengan melibatkan 71 mahasiswa yang dipilih melalui teknik sampling insidental. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Ryffs Psychological Well-Being Scale (RPWBS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis (r = 0,615; p < 0,01). Harga diri juga terbukti berhubungan secara signifikan dan positif dengan semua dimensi kesejahteraan psikologis. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat harga diri mahasiswa, semakin tinggi pula persepsi mereka terhadap kesejahteraan psikologis, bahkan ketika mereka berada dalam hubungan yang tidak sehat. Penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat harga diri serta meningkatkan dukungan sosial sebagai strategi esensial untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang merupakan korban hubungan beracun.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang menjadi korban hubungan beracun.Secara lebih rinci, temuan menunjukkan bahwa harga diri berasosiasi secara signifikan dan positif dengan setiap dimensi kesejahteraan psikologis.Dengan demikian, harga diri berperan sebagai faktor kontribusi kuat dalam meningkatkan maupun menurunkan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang terdampak oleh hubungan beracun.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran moderasi dukungan sosial dan resiliensi terhadap hubungan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang mengalami hubungan beracun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor perlindungan yang memperkuat efek positif harga diri. Selain itu, studi komparatif lintas jenjang pendidikan, seperti SMA, vokasi, dan perguruan tinggi, dapat menilai bagaimana locus of control memengaruhi harga diri serta kesejahteraan psikologis dalam konteks hubungan beracun, sehingga memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, desain longitudinal dengan pengukuran berulang selama minimal dua tahun dapat mengungkap arah kausalitas antara paparan hubungan beracun, perubahan harga diri, dan dinamika kesejahteraan psikologis, termasuk variabel psikososial tambahan seperti kecemasan, depresi, dan kepuasan hidup, untuk memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang proses perkembangan psikologis mahasiswa.

  1. Teknik Menulis Ekspresif untuk Menurunkan Quarter-Life Crisis Mahasiswa | INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling.... doi.org/10.21009//INSIGHT.131.01Teknik Menulis Ekspresif untuk Menurunkan Quarter Life Crisis Mahasiswa INSIGHT Jurnal Bimbingan Konseling doi 10 21009 INSIGHT 131 01
  2. Toxic Relationships ditinjau dari Self Esteem pada Mahasiswa | Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas... doi.org/10.35891/jip.v10i2.4314Toxic Relationships ditinjau dari Self Esteem pada Mahasiswa Jurnal Psikologi Jurnal Ilmiah Fakultas doi 10 35891 jip v10i2 4314
  3. Hubungan Toxic Relationship Dengan Tingkat Stres Di Kalangan Mahasiswa : The Relationship Between Toxic... nursepedia.lenteramitralestari.org/index.php/nsp/article/view/150Hubungan Toxic Relationship Dengan Tingkat Stres Di Kalangan Mahasiswa The Relationship Between Toxic nursepedia lenteramitralestari index php nsp article view 150
Read online
File size389.32 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test