UNIRAYAUNIRAYA

Research on English Language EducationResearch on English Language Education

Penelitian ini meneliti tindak tutur ekspresif pujian yang ditujukan kepada Jisoo Blackpink, dengan menggunakan teori tindak tutur dan teori representasi gender. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik dokumentasi, penelitian ini menganalisis 100 komentar di 8 unggahan Instagram Jisoo Blackpink. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pujian berfokus pada penampilan fisik, citra diri, memperkuat peran gender tradisional yang memprioritaskan kecantikan daripada bakat. Namun, beberapa komentar juga mengakui kepribadian dan fashion Jisoo yang dianggap sangat menarik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pujian berkontribusi pada representasi gender dan citra diri di kolom komentar unggahan Instagram Jisoo. Penelitian ini juga menyoroti hubungan yang kompleks antara kecantikan, bakat, dan gender dalam penggambaran idola perempuan.

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi tindak tutur ekspresif pujian yang ditujukan kepada Jisoo Blackpink serta kaitannya dengan teori representasi gender dan citra diri.Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar komentar lebih berfokus pada penampilan fisik Jisoo dibandingkan bakatnya sebagai seniman.Penelitian ini menyoroti bagaimana pujian tersebut mencerminkan dan memperkuat norma gender tradisional, di mana nilai perempuan seringkali lebih ditekankan pada penampilan daripada kemampuan profesional mereka, memberikan pemahaman mendalam tentang peran figur publik seperti Jisoo di platform Instagram.

Penelitian ini telah memberikan gambaran awal yang menarik tentang bagaimana pujian di media sosial memengaruhi representasi gender dan citra diri seorang idola K-pop. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, akan sangat menarik jika penelitian serupa tidak hanya berfokus pada satu idola perempuan, tetapi juga melibatkan idola pria atau selebriti dari latar belakang budaya lain, serta melihat platform media sosial yang berbeda seperti TikTok atau X. Ini penting untuk mengetahui apakah pola pujian yang dominan pada penampilan fisik berlaku secara umum atau hanya spesifik pada kasus Jisoo dan Instagram. Kedua, studi di masa depan bisa mencoba menggali lebih dalam tentang siapa sebenarnya para pemberi komentar ini—usia, jenis kelamin, dan latar belakang mereka—serta mengapa mereka memilih untuk menyoroti aspek tertentu seperti kecantikan atau kepribadian. Memahami motivasi di balik pujian dari sudut pandang penggemar akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika interaksi daring dan budaya penggemar. Terakhir, sangat penting untuk meneliti bagaimana para idola itu sendiri merasakan dan menanggapi pujian yang mereka terima. Apakah fokus pada penampilan memengaruhi kesehatan mental mereka, dan bagaimana mereka secara strategis mengelola citra diri mereka di hadapan ekspektasi publik yang menekankan penampilan? Dengan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih kaya tentang kompleksitas representasi gender, citra diri, dan interaksi sosial di era digital.

Read online
File size384.8 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test