JRTPPIJRTPPI
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriTanah gambut umumnya memiliki kandungan air yang tinggi, komposisi materi organik yang signifikan, dan kekuatan geser yang relatif rendah dibandingkan dengan tanah mineral. Sifat-sifat ini dapat menyebabkan penurunan dan penurunan kapasitas daya dukung, yang dapat mempengaruhi kinerja fondasi dan tanggul yang dibangun di atas endapan gambut. Luasnya daerah gambut dapat ditemukan di Jambi, Indonesia, dan metode stabilisasi inovatif diperlukan untuk meningkatkan sifat mekanisnya guna penggunaan lahan yang berkelanjutan. Penelitian ini mengembangkan metode alternatif stabilisasi dengan menggunakan abu bakar minyak sawit (POFA) sebagai bahan dasar untuk geopolymerisasi. POFA, produk sampingan industri, melimpah di Jambi dan menawarkan alternatif yang berkelanjutan terhadap semen Portland yang sangat mencemari lingkungan. Metodologi penelitian melibatkan persiapan sampel gambut yang distabilkan dengan geopolymer dengan penambahan 0%, 10%, 15%, dan 20% dari berat kering total POFA, diikuti dengan uji Kekuatan Kompresi Tidak Terbeban (UCS) untuk menilai peningkatan kekuatan tanah. Hasil menunjukkan tren positif dengan peningkatan nilai kekuatan kompresi seiring dengan peningkatan konten geopolymer hingga 15%. Hasil rata-rata UCS untuk jumlah berturut-turut penambahan geopolymer POFA adalah 15,10 kPa, 30,05 kPa, 37,90 kPa, dan 9,71 kPa. Kesimpulan, penggunaan geopolymer berbasis POFA menunjukkan potensi sebagai solusi efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan karakteristik kekuatan tanah gambut dengan jumlah maksimum penambahan yang signifikan pada 15%. Teknik stabilisasi ini dapat menyediakan metode yang layak untuk pengembangan infrastruktur di daerah gambut.
Penelitian ini menunjukkan bahwa geopolymer yang diaktifkan alkali secara signifikan meningkatkan kinerja mekanis awal tanah gambut.Kekuatan kompresi tidak terbeban meningkat dari 15,10 kPa (tanpa perlakuan) menjadi 37,90 kPa pada 15% POFA, mewakili peningkatan kekuatan sebesar 151% dalam waktu 7 hari pengerasan.Kekakuan juga meningkat, dengan E₅₀ meningkat dari 400,23 kPa menjadi 709,37 kPa, menunjukkan peningkatan resistensi terhadap deformasi.Selain peningkatan kekuatan, penambahan POFA yang moderat mengurangi kekakuan (Ib menurun dari 0,991 menjadi 0,622 pada 10%), menunjukkan peningkatan kelenturan dan perilaku pasca-puncak yang lebih stabil.Namun, konten POFA yang berlebihan (25%) menyebabkan penurunan kekuatan dan kekakuan, mengonfirmasi bahwa kinerja sangat bergantung pada dosis.Dibandingkan dengan pendekatan stabilisasi pozzolanik konvensional yang dilaporkan dalam studi sebelumnya, yang sering kali menunjukkan perkembangan kekuatan awal yang terbatas pada gambut dengan kandungan organik tinggi, sistem geopolymer yang digunakan dalam penelitian ini mempromosikan kinetika reaksi yang lebih cepat melalui aktivasi alkali, menghasilkan peningkatan kekuatan awal dan kekakuan yang unggul.Temuan ini menunjukkan bahwa stabilisasi geopolymer berbasis POFA yang dioptimalkan adalah pendekatan yang menjanjikan untuk peningkatan subgrade jalan di tanah organik lunak, meskipun durabilitas jangka panjang dan validasi mikrostruktur masih perlu diteliti.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi mikrostruktur (misalnya SEM atau XRD) untuk menyelidiki fase pengikatan air dan evolusi struktur pori selama stabilisasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh jangka panjang dari stabilisasi geopolymer berbasis POFA pada tanah gambut, termasuk durabilitas dan kinerja jangka panjang. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi dan dosis POFA dalam geopolymer untuk mencapai kinerja optimal dalam hal kekuatan, kekakuan, dan perilaku pasca-puncak.
- Design alternative on peat soil - IOPscience. design alternative peat soil iopscience skip content iop... iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/1007/1/012178Design alternative on peat soil IOPscience design alternative peat soil iopscience skip content iop iopscience iop article 10 1088 1757 899X 1007 1 012178
- A Review of Advances in Peat Soil Stabilisation Technology: Exploring the Potential of Palm Oil Fuel... doi.org/10.28991/CEJ-2023-09-08-017A Review of Advances in Peat Soil Stabilisation Technology Exploring the Potential of Palm Oil Fuel doi 10 28991 CEJ 2023 09 08 017
| File size | 429.1 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular pada dosis 300 g per tanaman pada kelapa sawit memiliki potensi untuk meningkatkanOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular pada dosis 300 g per tanaman pada kelapa sawit memiliki potensi untuk meningkatkan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan satu kelompok eksperimen yang mendapatkan kegiatan ice‑breaking dan satu kelompok kontrol,Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan satu kelompok eksperimen yang mendapatkan kegiatan ice‑breaking dan satu kelompok kontrol,
UNILAKUNILAK 28), dan penyebaran beban pada LTP yang tidak efektif. Secara keseluruhan, penyebab utama kegagalan konstruksi ini adalah tidak efektifnya pembentukan28), dan penyebaran beban pada LTP yang tidak efektif. Secara keseluruhan, penyebab utama kegagalan konstruksi ini adalah tidak efektifnya pembentukan
APTKLHIAPTKLHI Budidaya tanaman petai (Parkia speciosa Hassk. ) di lahan basah memerlukan evaluasi tanaman terhadap kondisi muka air dangkal. Penelitian ini bertujuanBudidaya tanaman petai (Parkia speciosa Hassk. ) di lahan basah memerlukan evaluasi tanaman terhadap kondisi muka air dangkal. Penelitian ini bertujuan
UNTAG SMDUNTAG SMD Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkanPada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan
UNPARUNPAR Sifat hidrofobisitas gambut terjadi pada lahan gambut yang mengalami kebakaran atau kekeringan yang intensif akibat perubahan tutupan lahan gambut. TujuanSifat hidrofobisitas gambut terjadi pada lahan gambut yang mengalami kebakaran atau kekeringan yang intensif akibat perubahan tutupan lahan gambut. Tujuan
UNIDAUNIDA Perjalanan Ilmu Dalalah yang Panjang tidak lepas dari sumbangsih para ilmuwan Arab. Ulama Arab telah membahas ilmu Dalalah jauh sebelum ilmuwan barat mengkajinya.Perjalanan Ilmu Dalalah yang Panjang tidak lepas dari sumbangsih para ilmuwan Arab. Ulama Arab telah membahas ilmu Dalalah jauh sebelum ilmuwan barat mengkajinya.
UMPRUMPR Panen segar kangkung darat dilakukan dengan cara dicabut. Analisis pertumbuhan luas daun, indeks luas daun, berat segar panen, dan indeks panen segar menggunakanPanen segar kangkung darat dilakukan dengan cara dicabut. Analisis pertumbuhan luas daun, indeks luas daun, berat segar panen, dan indeks panen segar menggunakan
Useful /
JRTPPIJRTPPI Kesimpulan menekankan urgensi kebijakan mitigasi dan pemberdayaan UKM yang lebih terarah untuk memastikan keberlanjutan sosial-ekonomi lokal. PembangunanKesimpulan menekankan urgensi kebijakan mitigasi dan pemberdayaan UKM yang lebih terarah untuk memastikan keberlanjutan sosial-ekonomi lokal. Pembangunan
JRTPPIJRTPPI Experimental analysis of biofilter setups demonstrated that specific plant-microbe interactions and substrate types significantly enhance the absorptionExperimental analysis of biofilter setups demonstrated that specific plant-microbe interactions and substrate types significantly enhance the absorption
APTKLHIAPTKLHI WL dan penurunan densitas meningkat seiring bertambahnya durasi pemanasan, kecuali untuk perlakuan hot-press selama 4 dan 5 jam. Seiring bertambahnya durasiWL dan penurunan densitas meningkat seiring bertambahnya durasi pemanasan, kecuali untuk perlakuan hot-press selama 4 dan 5 jam. Seiring bertambahnya durasi
APTKLHIAPTKLHI Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat mengurangi polusi lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomis. Kulit pisang dapat dijadikan bahan baku kertasPemanfaatan limbah kulit pisang dapat mengurangi polusi lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomis. Kulit pisang dapat dijadikan bahan baku kertas