NEOLECTURANEOLECTURA
POSTULATPOSTULATPada tanggal 6 Januari tahun 2021, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Perpres No. 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) sebagai dasar hukum dalam upaya penanganan kejahatan terorisme. Penerapan Perpres ini menghadapi tantangan karena karakteristik beragam di setiap wilayah Indonesia. Penelitian ini fokus pada kebijakan pemerintah desa, seperti Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Penyuluh Agama, dalam implementasi Perpres RAN PE dan tantangan yang dihadapi. Metode penelitian kualitatif dan deskriptif digunakan.
7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) di tingkat desa merupakan upaya strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional.Efektivitas implementasi RAN PE di tingkat desa masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kolaborasi antara 4 pilar utama, yaitu Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Penyuluh Agama.Tantangan utama meliputi kurangnya sumber daya, rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan koordinasi yang lemah antara pemerintah desa dan masyarakat.Untuk mencapai keberhasilan, diperlukan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil.Koordinasi yang lebih erat antara pilar-pilar desa, pelatihan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan penyesuaian kebijakan dengan konteks lokal adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan efektivitas implementasi RAN PE.
Untuk meningkatkan efektivitas implementasi RAN PE di tingkat desa, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan kolaborasi lintas sektoral. Pertama, perlu ada koordinasi yang lebih erat antara Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Penyuluh Agama. Keempat pilar ini harus bekerja sama secara terintegrasi dalam berbagi informasi, pemetaan wilayah yang rentan terhadap radikalisme, dan penanganan dini ancaman ekstremisme. Selain itu, pelatihan berkelanjutan bagi masing-masing pilar sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi dini, mediasi konflik, dan memahami dinamika sosial di wilayah desa. Pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi tentang bahaya ekstremisme berbasis kekerasan juga perlu ditingkatkan. Pemerintah desa harus melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan organisasi lokal dalam kampanye pencegahan radikalisme. Terakhir, pemerintah pusat perlu memberikan ruang bagi desa-desa untuk menyesuaikan implementasi RAN PE dengan kondisi sosial, budaya, dan adat setempat. Pendekatan berbasis komunitas lokal dapat meningkatkan penerimaan kebijakan dan mempermudah proses implementasinya.
| File size | 483.92 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMUSUMUS Dapat diketahui dari penjelasan pada beberapa bab diatas yang meliputi hasil dari penelitian yang dilakukan penulis yang menyangkut dengan analisa, perancangan,Dapat diketahui dari penjelasan pada beberapa bab diatas yang meliputi hasil dari penelitian yang dilakukan penulis yang menyangkut dengan analisa, perancangan,
IKMIIKMI Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Ramadhan memperoleh skor MOORA tertinggi dan menempati peringkat pertama sebagai penerima beasiswa yang palingHasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Ramadhan memperoleh skor MOORA tertinggi dan menempati peringkat pertama sebagai penerima beasiswa yang paling
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Selain memberikan dasar objektif bagi penyidik dan meningkatkan akuntabilitas penegakan hukum, temuan ini menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas sumberSelain memberikan dasar objektif bagi penyidik dan meningkatkan akuntabilitas penegakan hukum, temuan ini menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas sumber
INTELEKTUALINTELEKTUAL Students recognize the scientific and professional development advantages of collaboration. Students believe that collaboration with scientists and researchStudents recognize the scientific and professional development advantages of collaboration. Students believe that collaboration with scientists and research
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa VICE Indonesia menampilkan korban sebagai tokoh utama yang berani bersuara, dan menyoroti budaya patriarki sebagai penyebabHasil penelitian menunjukkan bahwa VICE Indonesia menampilkan korban sebagai tokoh utama yang berani bersuara, dan menyoroti budaya patriarki sebagai penyebab
POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA Sinergi antara kerangka TOGAF, sistem desain AI generatif, dan strategi monetisasi digital menjadikan FinLy contoh yang kuat bagi startup finansial dalamSinergi antara kerangka TOGAF, sistem desain AI generatif, dan strategi monetisasi digital menjadikan FinLy contoh yang kuat bagi startup finansial dalam
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA Dengan mempromosikan pembelajaran aktif, partisipasi rekan sejawat, dan umpan balik, institusi dapat secara efektif mengembangkan keterampilan berbicaraDengan mempromosikan pembelajaran aktif, partisipasi rekan sejawat, dan umpan balik, institusi dapat secara efektif mengembangkan keterampilan berbicara
SSEDSSED Dengan menggunakan metode model ADDIE R&D, data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.Dengan menggunakan metode model ADDIE R&D, data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.
Useful /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling, sehingga jumlah sampel adalah 59 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupaPengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling, sehingga jumlah sampel adalah 59 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh siswa Fase F berjumlah 383 orang dan sampel 196 responden. Hasil penelitianMetode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh siswa Fase F berjumlah 383 orang dan sampel 196 responden. Hasil penelitian
NEOLECTURANEOLECTURA 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP menjadi pertimbangan hakim dalam mempertimbangkan dakwaan alternatif04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP menjadi pertimbangan hakim dalam mempertimbangkan dakwaan alternatif
UNIPASBYUNIPASBY Sampah organik dan anorganik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti tas, kompos, pupuk, biogas sehingga mendapatkan nilai jual yang tinggi.Sampah organik dan anorganik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti tas, kompos, pupuk, biogas sehingga mendapatkan nilai jual yang tinggi.