STAIKUSTAIKU

Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global Indonesia

Latar belakang: Kekerasan digital, termasuk perundungan siber, ujaran kebencian, doxxing, dan kekerasan berbasis gender secara online, telah meningkat di sekolah-sekolah Indonesia, dengan lebih dari 445.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 2024. Meskipun prevalensinya semakin meningkat, analisis sistematis yang terbatas telah dilakukan untuk mengidentifikasi komponen kurikuler pendidikan perdamaian yang dapat efektif mengatasi kekerasan digital dalam konteks sekolah multikultural di Indonesia.

Penelitian ini mengusulkan kerangka PEACE-D (Pendidikan Perdamaian untuk Era Sibernetika dan Etika di Era Digital), sebuah model kurikulum konseptual empat domain yang mengintegrasikan.(1) Kompetensi Perdamaian Lintas Negara (Rasional Tyler).(2) Martabat Pribadi Manusia (Kerangka Hak Asasi Manusia PBB).(3) Nilai-Nilai Budaya Kontekstual (Kebijaksanaan Lokal Indonesia).dan (4) Etika Digital dan Tanggung Jawab Online.dan etika digital sebagai operasionalisasi kerangka kerja dalam interaksi siber.Studi ini menunjukkan bahwa kerangka PEACE-D maju dalam teori kurikulum dengan mengintegrasikan rasional Tyler dengan dimensi budaya dan etika yang spesifik untuk konteks pendidikan digital Indonesia.Implikasi praktis mencakup pengembangan modul adaptif dalam Kurikulum Merdeka dan integrasi kebijakan pada tingkat nasional.Penelitian quasi-eksperimental di sekolah-sekolah multikultural direkomendasikan untuk secara empiris memvalidasi efektivitas kerangka kerja.

Berdasarkan analisis latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan dalam paper ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:. . 1. Penelitian quasi-eksperimental di sekolah-sekolah multikultural Indonesia untuk mengukur efektivitas kerangka PEACE-D dalam mengurangi insiden kekerasan digital. Penelitian ini dapat menggunakan desain kelompok kontrol pra-pasca dengan minimal 200 peserta per kelompok dan periode implementasi selama 6 bulan. Instrumen yang valid, seperti skala korban perundungan siber, pengukuran empati digital, dan daftar pemeriksaan perilaku bystander, dapat digunakan untuk mengukur dampak intervensi.. . 2. Studi komparatif lintas budaya untuk mengeksplorasi transferabilitas kompetensi perdamaian dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana norma-norma gotong royong dan musyawarah, serta nilai-nilai kebijaksanaan lokal lainnya, dapat diterapkan dalam konteks digital dan apakah ada perbedaan dalam efektivitasnya di antara kelompok etnis atau generasi yang berbeda.. . 3. Penelitian kualitatif mendalam untuk memahami perspektif siswa, guru, dan orang tua tentang implementasi kerangka PEACE-D. Wawancara dan diskusi fokus dapat digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana siswa memahami konsep martabat, empati, dan tanggung jawab online, serta bagaimana guru dan orang tua dapat mendukung pengembangan kompetensi ini. Hasil penelitian ini dapat membantu dalam penyempurnaan dan penyesuaian kerangka kerja untuk memastikan relevansinya dengan kebutuhan dan konteks lokal.

Read online
File size302.42 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test