PRINPRIN

CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanCENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan

Broken home merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh semua orang. Anak yang mengalami broken home akan berdampak terhadap perkembangan seorang anak. Broken home sendiri mengalami permasalahan akibat dari orangtua mereka, seperti orangtua mereka berpisah sehingga seorang anak tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya. Dalam mengatasi broken home, seorang anak harus memiliki kemampuan resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit kembali serta mencari dan menemukan kebahagian mereka sendiri, karena setiap orang berhak untuk mencapai kebahagian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel 7 orang di SMAN 1 IV Koto pada kelas X dan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data nya berupa wawancara dan observasi dan teknik analisis datanya reduksi data. Dan penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah dinamika siswa broken home dengan hasil penelitian siswa yang memiliki kemampuan resiliensi mendapatkan dinamika atau perubahan pada dirinya.

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa resiliensi sangat penting bagi anak broken home, karena dengan adanya kemampuan resiliensi anak dapat bangkit serta mencari dan menemukan kebahagian mereka sendiri meskipun berasal dari keluarga yang broken home.Mereka tersebut mendapatkan dinamika atau perubahan yaitu mampu menerima semuanya dengan ikhlas serta lapang dada dan mencari kesibukan tersendiri dengan harapan yang lebih baik buat masa depan dan cita-citanya kelak, yaitu agar digenerasi selanjutnya anak-anak mereka tidak merasakan apa yang mereka rasakan.Dan mereka dari subjek penelitian ini sendiriipun melakukan berbagai hal positif seperti lebih banyak bersosialisasi untuk mewujudkan kebahagian pada diri mereka sendiri meskipun berasal dari keluarga yang broken home.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi spesifik yang digunakan siswa dengan resiliensi tinggi dalam menghadapi tantangan akibat broken home, termasuk peran dukungan sosial dari teman sebaya dan guru. Kedua, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji validitas dan generalisasi temuan penelitian ini, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap resiliensi pada siswa broken home. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk mengembangkan program peningkatan resiliensi bagi siswa broken home, dengan fokus pada pelatihan keterampilan emosional, pemecahan masalah, dan pengembangan dukungan sosial. Program ini dapat diimplementasikan di sekolah dan dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan prestasi akademik siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai resiliensi pada siswa broken home dan memberikan kontribusi praktis dalam upaya mendukung perkembangan mereka.

Read online
File size88.43 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test