ASDKVIASDKVI
Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni BudayaFilosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni BudayaKeberagaman budaya menuntut kemampuan komunikasi yang tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap nilai, emosi, dan identitas lintas budaya. Artikel ini mengkaji komunikasi budaya dalam masyarakat majemuk melalui pendekatan psikologis, dengan fokus pada persepsi, stereotip, empati, dan keterbukaan kognitif. Persepsi budaya membentuk cara individu menafsirkan realitas sosial, namun sering kali menghasilkan stereotip yang menyederhanakan karakteristik suatu kelompok, yang dapat menghambat komunikasi yang sehat. Di sisi lain, empati—baik afektif maupun kognitif—berperan penting dalam membangun pemahaman emosional dan perspektif terhadap orang dari latar budaya berbeda. Keterbukaan kognitif memperkuat kemampuan menerima perbedaan, menghindari penilaian cepat, serta meningkatkan kesadaran akan kompleksitas sosial. Kombinasi empati dan keterbukaan ini menjadi landasan utama dalam membangun kompetensi komunikasi antarbudaya yang efektif dan inklusif. Artikel ini menegaskan bahwa kompetensi ini dapat ditumbuhkan melalui pendidikan, pengalaman lintas budaya, dan pelatihan psikososial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi, pemahaman lintas budaya sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di ranah pendidikan, organisasi, dan komunitas. Oleh karena itu, membangun komunikasi yang empatik, terbuka, dan bebas stereotip menjadi kunci keberhasilan interaksi dalam masyarakat multikultural.
Komunikasi budaya dalam masyarakat majemuk tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan bahasa, melainkan juga mencakup pemahaman psikologis terhadap nilai-nilai, emosi, serta identitas individu dari latar belakang yang berbeda.Ilmu psikologi menjadi landasan penting dalam memperkuat kemampuan komunikasi antarbudaya, khususnya melalui pengembangan empati, pengurangan prasangka stereotipikal, serta peningkatan kecerdasan budaya (cultural intelligence).Dalam konteks globalisasi saat ini, keterampilan ini menjadi krusial, baik bagi individu maupun institusi, dalam membangun masyarakat yang inklusif dan selaras.Untuk menghadapi tantangan tersebut, setiap individu perlu mengembangkan kesadaran diri dan keterampilan komunikasi yang peka terhadap perbedaan budaya.Menciptakan lingkungan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai membutuhkan kemampuan untuk menghormati keberagaman, mendengarkan dengan penuh perhatian, serta menahan diri dari penilaian yang tergesa-gesa.Oleh karena itu, menghindari stereotip dan bersedia mengeksplorasi pengalaman budaya yang baru menjadi langkah penting dalam memperkuat interaksi antarbudaya, menjalin hubungan yang lebih bermakna, serta meningkatkan kolaborasi di tengah dunia yang semakin terhubung secara global.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana media massa dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk mendorong dialog antarbudaya yang inklusif dan menghargai perbedaan. Kedua, bagaimana organisasi modern dapat menerapkan strategi manajemen perubahan yang inklusif dan efektif dalam mengelola kompleksitas kompetisi global, khususnya dalam konteks komunikasi lintas budaya. Ketiga, bagaimana pelatihan khusus dapat dirancang untuk meningkatkan kemampuan adaptasi individu terhadap budaya baru, sehingga komunikasi lintas budaya menjadi lebih efektif dan bermakna.
- Developing multiple perspectives by eliding agreement: A conversation analysis of Open Dialogue reflections... doi.org/10.1177/14614456211037439Developing multiple perspectives by eliding agreement A conversation analysis of Open Dialogue reflections doi 10 1177 14614456211037439
- View of THE IMPORTANCE OF ENGLISH LANGUAGE IN THE FORMATION OF CROSS-CULTURAL RELATIONS. view importance... doi.org/10.37547/ajps/Volume04Issue02-11View of THE IMPORTANCE OF ENGLISH LANGUAGE IN THE FORMATION OF CROSS CULTURAL RELATIONS view importance doi 10 37547 ajps Volume04Issue02 11
- Challenges and Opportunities for Main Stream Media and Journalism in a Digital and Social Media Environment:... doi.org/10.53819/81018102t4065Challenges and Opportunities for Main Stream Media and Journalism in a Digital and Social Media Environment doi 10 53819 81018102t4065
| File size | 334.01 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam pengembangan pemodelan epidemiologi sederhana untuk mendukung praktik biosafety pada industriSecara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam pengembangan pemodelan epidemiologi sederhana untuk mendukung praktik biosafety pada industri
UNSULBARUNSULBAR Untuk mewujudkan pencapaian tersebut, maka perlu dilakukan pelatihan pemuda Desa termasuk di dalamnya melaksanakan pelatihan dan pengembangan intelektualUntuk mewujudkan pencapaian tersebut, maka perlu dilakukan pelatihan pemuda Desa termasuk di dalamnya melaksanakan pelatihan dan pengembangan intelektual
SERAMBISERAMBI Penelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai moderasi beragama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka dari perspektif manajemen pendidikan. DenganPenelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai moderasi beragama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka dari perspektif manajemen pendidikan. Dengan
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Peningkatan yang lebih tinggi yang diamati pada siswa kelas 7 dapat dijelaskan oleh karakteristik perkembangan mereka. Siswa kelas 7 cenderung lebih terbukaPeningkatan yang lebih tinggi yang diamati pada siswa kelas 7 dapat dijelaskan oleh karakteristik perkembangan mereka. Siswa kelas 7 cenderung lebih terbuka
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Analisis menggunakan metode 5W 1H membantu memetakan kebutuhan serta merumuskan strategi desain yang tepat. Hasil uji coba menunjukkan bahwa permainanAnalisis menggunakan metode 5W 1H membantu memetakan kebutuhan serta merumuskan strategi desain yang tepat. Hasil uji coba menunjukkan bahwa permainan
UNINDRAUNINDRA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual (35%) dan prosedural (30%) mendominasi, diikuti kesalahan transformasi (15%), bahasa (10%), danHasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual (35%) dan prosedural (30%) mendominasi, diikuti kesalahan transformasi (15%), bahasa (10%), dan
UNWIDHAUNWIDHA Pendidikan merupakan sebuah fenomena kompleks yang tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan memiliki beberapa dasar-dasarPendidikan merupakan sebuah fenomena kompleks yang tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan memiliki beberapa dasar-dasar
UNISUNIS Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Pre-test diberikan untuk mengetahui keterampilan menulis siswa secaraPenelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Pre-test diberikan untuk mengetahui keterampilan menulis siswa secara
Useful /
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Melalui proses uji coba yang dilakukan kepada anak-anak, permainan “Seruput. terbukti mampu menarik minat, memotivasi belajar, sekaligus menjadi mediaMelalui proses uji coba yang dilakukan kepada anak-anak, permainan “Seruput. terbukti mampu menarik minat, memotivasi belajar, sekaligus menjadi media
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Karya ini juga memperkenalkan Skinneeds sebagai solusi penyedia produk aman dan asli. Video Your SKINNEEDS to Know berfungsi sebagai media edukasi sekaligusKarya ini juga memperkenalkan Skinneeds sebagai solusi penyedia produk aman dan asli. Video Your SKINNEEDS to Know berfungsi sebagai media edukasi sekaligus
UNWIDHAUNWIDHA Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan perkembangan peserta didik ke arah yang lebih baik. Di SMK Lenonardo, sistem pengaturan nilai menggunakanBekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan perkembangan peserta didik ke arah yang lebih baik. Di SMK Lenonardo, sistem pengaturan nilai menggunakan
UNWIDHAUNWIDHA (1) alasan keakraban antara O1 dan O2. (2) kemungkinan adanya perbedaan wilayah asal antara penutur dan mitra tutur. (3) penggunaan bahasa ngoko lebih(1) alasan keakraban antara O1 dan O2. (2) kemungkinan adanya perbedaan wilayah asal antara penutur dan mitra tutur. (3) penggunaan bahasa ngoko lebih