UNWIDHAUNWIDHA
WIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah KependidikanWIDYA DIDAKTIKA - Jurnal Ilmiah KependidikanPrinsip tuturan dalam bahasa Jawa merupakan pemakaian bahasa Jawa yang terjadi di masyarakat Jawa. Dalam menggunakan bahasa Jawa penutur harus memahami unggah-ungguh, akan tetapi sering terjadi kesalahan dalam penggunaan leksikon. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya, sebab itu dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, misalnya : kurangnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah-ungguh dalam berbahasa Jawa, kurangnya penguasaan kosa kata bahasa Jawa oleh penutur. Biasanya hal ini dialami oleh pendatang yang telah lama menetap di luar Jawa atau oleh kaum muda (khususnya anak-anak) yang belum mengerti dan menguasai tentang unggah-ungguh. kesantunan berbahasa mencerminkan budi halus dan pekerti tidak menyakiti perasaan dan memberikan pilihan kepada orang lain. Prinsip kesantunan berbahasa itu bermakna sebuah sikap kepedulian kepada wajah atau muka, baik milik penutur, maupun milik mitra tutur.
Masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa harus mengenal unggah-ungguh, akan tetapi sering terjadi kesalahan dalam penggunaan leksikon.Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya sebab itu dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, misalnya.kurangnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah-ungguh dalam berbahasa Jawa, kurangnya penguasaan kosa kata bahasa Jawa oleh penutur.Kebiasaan menggunakan bahasa selain bahasa Jawa dalam pergaulan sehari-hari atau bahasa Jawa berupa ngoko, dikarenakan.(1) alasan keakraban antara O1 dan O2.(2) kemungkinan adanya perbedaan wilayah asal antara penutur dan mitra tutur.(3) penggunaan bahasa ngoko lebih banyak digunkan sebab lebih mudah dipahami dalam menyampaikan informasi.Sehingga, kesantunan berbahasa mencerminkan budi halus dan pekerti luhur seseorang dengan tidak menyakiti perasaan dan memberikan pilihan kepada orang lain.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang paling berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Jawa yang santun, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai tradisional dapat dilestarikan dalam konteks komunikasi modern. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pendatang yang menetap di Jawa belajar dan mengadopsi norma-norma kesantunan berbahasa Jawa, serta tantangan apa yang mereka hadapi dalam proses tersebut. Dengan memahami pengalaman mereka, kita dapat mengembangkan program pelatihan bahasa yang lebih efektif. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan prinsip-prinsip kesantunan berbahasa Jawa dengan prinsip-prinsip kesantunan dalam bahasa daerah lain di Indonesia, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang keragaman budaya dan nilai-nilai komunikasi di Indonesia.
| File size | 473.51 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Keterampilan numerasi merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan dasar untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan era digital. Namun, pencapaian numerasiKeterampilan numerasi merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan dasar untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan era digital. Namun, pencapaian numerasi
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Guru mencatat adanya kemajuan dalam partisipasi dan antusiasme siswa selama pelatihan berlangsung. Evaluasi bersama yang melibatkan siswa, guru, dan timGuru mencatat adanya kemajuan dalam partisipasi dan antusiasme siswa selama pelatihan berlangsung. Evaluasi bersama yang melibatkan siswa, guru, dan tim
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Selain itu, kurangnya program pelatihan menjadi penghambat kemampuan pengurus koperasi karena program pelatihan membutuhkan biaya untuk pengembangan SDMSelain itu, kurangnya program pelatihan menjadi penghambat kemampuan pengurus koperasi karena program pelatihan membutuhkan biaya untuk pengembangan SDM
UNDIKSHAUNDIKSHA Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Singaraja, (2). Tantangan dari Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMAImplementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA Negeri 3 Singaraja, (2). Tantangan dari Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak SMA
UNWIDHAUNWIDHA Salah satu dasar-dasar dari pendidikan yaitu sosiologis dan antropologis. Dasar-dasar sosiologis dan antropologis penting untuk dipahami karena dapat digunakanSalah satu dasar-dasar dari pendidikan yaitu sosiologis dan antropologis. Dasar-dasar sosiologis dan antropologis penting untuk dipahami karena dapat digunakan
UNWIDHAUNWIDHA Untuk menyikapi perubahan kurikulum, sekolah mengadakan pelatihan dan workshop bagi para guru, serta melakukan pengimbasan ke sekolah lain mengenai kurikulumUntuk menyikapi perubahan kurikulum, sekolah mengadakan pelatihan dan workshop bagi para guru, serta melakukan pengimbasan ke sekolah lain mengenai kurikulum
UNWIDHAUNWIDHA Dengan kemajuan teknologi di era digital, penting untuk menerapkannya ke dalam praktik pendidikan melalui strategi inovatif. Kami berharap penjelasan diDengan kemajuan teknologi di era digital, penting untuk menerapkannya ke dalam praktik pendidikan melalui strategi inovatif. Kami berharap penjelasan di
UNWIDHAUNWIDHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas III SD Muhammadiyah Ambarbinangun menunjukkan kemahiran yang kuat dalam menulis kalimat sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas III SD Muhammadiyah Ambarbinangun menunjukkan kemahiran yang kuat dalam menulis kalimat sederhana.
Useful /
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Uji coba awal pada 30 siswa digunakan untuk menyempurnakan bahasa dan konteks lokal, sementara uji coba utama pada 145 siswa memastikan tingkat keterbacaanUji coba awal pada 30 siswa digunakan untuk menyempurnakan bahasa dan konteks lokal, sementara uji coba utama pada 145 siswa memastikan tingkat keterbacaan
POLBANPOLBAN Berbagai jenis sel surya telah banyak dikembangkan, mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga sebagai era baru dalam perkembangan teknologi selBerbagai jenis sel surya telah banyak dikembangkan, mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga sebagai era baru dalam perkembangan teknologi sel
POLBANPOLBAN Hasilnya berdasarkan level tegangan yang diatur dari 50 V sampai 213 V dengan harmonisa tertinggi berada pada tegangan 50 V sebesar 100,3% dan terendahHasilnya berdasarkan level tegangan yang diatur dari 50 V sampai 213 V dengan harmonisa tertinggi berada pada tegangan 50 V sebesar 100,3% dan terendah
POLBANPOLBAN Penelitian ini menganalisis keadaan tunak tegangan keluaran pada konverter DC-DC buck-boost yang memiliki dua mode kerja saat mengatur persentase dutyPenelitian ini menganalisis keadaan tunak tegangan keluaran pada konverter DC-DC buck-boost yang memiliki dua mode kerja saat mengatur persentase duty