STAINSTAIN

Jurnal Ilmiah Al-Syir'ahJurnal Ilmiah Al-Syir'ah

Normalisasi pernikahan paksa sebagai respons terhadap keterlibatan remaja dalam perilaku yang dianggap tidak pantas oleh komunitas, seperti interaksi pranikah atau hubungan di luar norma budaya, dapat menimbulkan konsekuensi yang kompleks dan tidak proporsional bagi remaja bersangkutan. Penelitian ini mengisi kekosongan penelitian sebelumnya dengan mengeksplorasi karakteristik kasus, interpretasi komunitas yang dominan, dan alasan di balik legitimasi pernikahan paksa sebagai bentuk penyelesaian moral. Temuan utama menunjukkan bahwa (1) pernikahan paksa sering diposisikan sebagai respons budaya terhadap perilaku sensitif sosial, (2) masyarakat memahami praktik tersebut sebagai upaya mempertahankan kehormatan keluarga dan memenuhi ekspektasi religius atau komunal, serta (3) respons tersebut lebih didorong oleh kerangka moral dan budaya bersama dibandingkan pertimbangan hak dan kesejahteraan remaja.

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa pernikahan paksa remaja sering dipandang sebagai respons budaya terhadap perilaku yang dianggap melanggar norma sosial atau moral, dengan komunitas menafsirkan tindakan tersebut melalui kerangka moralitas dan kehormatan yang menekankan tekanan sosial daripada persetujuan individu.Praktik ini lebih dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan moral bersama daripada mempertimbangkan otonomi, persetujuan, atau kesejahteraan jangka panjang remaja.Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang lebih mendalam dengan prinsip-prinsip hukum keluarga Islam, khususnya mengenai persetujuan (riḍā) dan batasan etis otoritas wali (ijbār), untuk memastikan respon komunitas tidak mengorbankan hak dan keselamatan remaja.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara mendalam pengalaman psikologis dan sosial remaja yang telah mengalami pernikahan paksa melalui wawancara kualitatif mendalam untuk memahami dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan mental mereka; selanjutnya, studi perbandingan lintas wilayah dapat mengevaluasi bagaimana variasi interpretasi budaya dan regulasi hukum mempengaruhi praktik pernikahan paksa, sehingga mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau mengurangi normalisasi praktik tersebut; terakhir, penelitian eksperimen atau studi tindakan dapat menguji efektivitas model keadilan restoratif sebagai alternatif penyelesaian konflik sosial yang melibatkan remaja, dengan menilai sejauh mana pendekatan ini dapat mengurangi tekanan komunitas sambil tetap melindungi hak dan martabat individu.

  1. Overlooked and unaddressed: A narrative review of mental health consequences of child marriages | PLOS... journals.plos.org/globalpublichealth/article?id=10.1371/journal.pgph.0000131Overlooked and unaddressed A narrative review of mental health consequences of child marriages PLOS journals plos globalpublichealth article id 10 1371 journal pgph 0000131
  2. Investigation of the key factors that influence the girls to enter into child marriage: A meta-synthesis... doi.org/10.1371/journal.pone.0235959Investigation of the key factors that influence the girls to enter into child marriage A meta synthesis doi 10 1371 journal pone 0235959
  3. harmoni. dynamics interfaith segregated communities harmoni https doi v23i1 authors alhamuddin universitas... doi.org/10.32488/harmoni.v23i1.532harmoni dynamics interfaith segregated communities harmoni https doi v23i1 authors alhamuddin universitas doi 10 32488 harmoni v23i1 532
Read online
File size458.45 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test