IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO
El-Mizzi : Jurnal Ilmu HadisEl-Mizzi : Jurnal Ilmu HadisKurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan. Kurikulum memiliki kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Hal ini bertujuan sebagai arah, pedoman atau rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Komponen yang membentuk sistem kurikulum adalah tujuan, materi, metode dan evaluasi. Seiring dengan perkembangan teori dan praktik dalam pendidikan, juga meningkatnya sarana dan prasarana di lembaga pendidikan, pengertian kurikulum semakin meluas, baik formal maupun tidak formal. Dalam aspek ontologi telah dibahas secara detail pengertian kurikulum, mulai dari etimologi sampai terminologi. Pada aspek epistemologi, diketahui bahwa al-Quran telah mengajarkan kepada manusia tentang metode mengajar kepada peserta didik. Artikel ini juga mendeskripsikan penerapan kurikulum pendidikan pada masa Nabi Saw dan contoh penerapan kurikulum masa sekarang. Ilmu saat itu dibagi dalam tiga bidang, yaitu ilmu nasab, ilmu ruya (mimpi) dan ilmu tenung (sihir). Materi utama pendidikan Islam di Mekkah adalah pembinaan tauhid dan pengajaran al-Quran. Metode pembelajaran yang digunakan ceramah, diskusi, musyawarah, tanya jawab, bimbingan, teladan, demonstrasi, bercerita, hapalan, penugasan dan bermain peran. Pada pendidikan Islam di Indonesia, penerapan kurikulum pendidkan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam. Pengembangan kurikulum juga harus menyesuaikan dengan fitrah manusia, baik fitrah jasmani, fitrah ruhani maupun fitrah nafs.
Kajian ini membahas sebuah topik tentang kurikulum pendidikan dalam kajian tematik al-Quran hadits, dalam aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.Dalam aspek ontologi telah dibahas secara detail pengertian kurikulum itu sendiri, dari mulai etimologi sampai secara terminologi.Pada aspek epistemologi, diketahui bahwa al-Quran telah mengajarkan kepada manusia tentang cara-cara atau metode mengajar kepada peserta didik.Terakhir, telah dipaparkan bagaimana penerapan kurikulum pendidikan pada masa Nabi Saw dan contoh penerapan kurikulum di masa sekarang.Pada masa pra-Islam, kaum Arab dikenal sebagai bangsa yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis (ummi).Ilmu saat itu dibagi dalam tiga bidang ilmu pengetahuan, yaitu ilmu tentang nasab, ilmu ruya atau mimpi dan ilmu tenung atau sihir.Materi utama dalam pembinaan pendidikan Islam di Mekkah adalah pembinaan tauhid dan pengajaran al-Quran.Metode pembelajaran yang digunakan ceramah, diskusi, musyawarah, tanya jawab, bimbingan, teladan, demonstrasi, bercerita, hapalan, penugasan dan bermain peran.Kurikulum pendidikan Islam pada masa Nabi Saw adalah al-Quran yang diwahyukan Allah Swt sesuai dengan kondisi, situasi, kejadian dan peristiwa yang dialami umat Islam saat itu.Pada perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, penerapan kurikulum pendidkan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam.Pengembangan kurikulum pada dasarnya adalah pembinaan kepada manusia, baik peserta didik maupun pendidik, maka dari itu madrasah harus menyesuaikan pengembangan kurikulum dengan fitrah manusia, baik fitrah jasmani, fitrah ruhani maupun fitrah nafs.Pelaksanaan kurikulum berbasis pesantren di madrasah harus memperhatikan dua hal, yaitu secara struktural dalam konteks manajemen dan secara fungsional dalam konteks akademik atau kurikulum.Madrasah juga bisa mengembangkan nilai-nilai akhlak mulia dalam bentuk sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang peran al-Quran dan hadits dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek-aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Kedua, meneliti dan menganalisis lebih lanjut tentang penerapan kurikulum berbasis pesantren di madrasah, termasuk strategi manajemen dan akademik yang efektif dalam menyesuaikan kurikulum dengan fitrah manusia. Ketiga, melakukan studi komparatif tentang metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan Islam pada masa Nabi Saw dan masa sekarang, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapan metode tersebut di lingkungan pendidikan modern.
| File size | 344.71 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIN MADINASTAIN MADINA Dengan demikian, sintesis teori modern dan pemikiran Islam menjadi landasan strategis untuk mewujudkan tata kelola pendidikan Islam yang unggul, responsif,Dengan demikian, sintesis teori modern dan pemikiran Islam menjadi landasan strategis untuk mewujudkan tata kelola pendidikan Islam yang unggul, responsif,
STAINUPASTAINUPA 0 menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjadi kekuatan utama dalam transformasi dunia pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional dituntut0 menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjadi kekuatan utama dalam transformasi dunia pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional dituntut
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Di tengah arus modernisasi dan derasnya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, penguatan pemahaman terhadap kaidah keshahihan hadis menjadiDi tengah arus modernisasi dan derasnya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, penguatan pemahaman terhadap kaidah keshahihan hadis menjadi
STAIMUNSTAIMUN Penelitian ini mengungkapkan beberapa tantangan spesifik yang perlu diatasi untuk memastikan implementasi Big Data dan AI yang efektif di institusi pendidikanPenelitian ini mengungkapkan beberapa tantangan spesifik yang perlu diatasi untuk memastikan implementasi Big Data dan AI yang efektif di institusi pendidikan
STAIN MADINASTAIN MADINA Transformasi komunikasi digital membawa perubahan yang sangat signifikan dalam semua aspek, termasuk penyebaran dan pengembangan pendidikan Islam di AsiaTransformasi komunikasi digital membawa perubahan yang sangat signifikan dalam semua aspek, termasuk penyebaran dan pengembangan pendidikan Islam di Asia
UNIKSUNIKS Era Society 5. 0 merupakan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dengan pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitasEra Society 5. 0 merupakan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dengan pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitas
STAINUPASTAINUPA Selain itu, penggunaan media sosial dan optimisasi mesin pencari (SEO) terbukti efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkanSelain itu, penggunaan media sosial dan optimisasi mesin pencari (SEO) terbukti efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan
UIMUIM Penerapan nilai pendidikan karakter melalui kajian kitab Talimul Mutaallim dilakukan melalui metode langsung dan tidak langsung, termasuk kegiatan di luarPenerapan nilai pendidikan karakter melalui kajian kitab Talimul Mutaallim dilakukan melalui metode langsung dan tidak langsung, termasuk kegiatan di luar
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Selain itu, komitmen organisasional terbukti sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara kompetensi kerja dan kinerja karyawan (koefisienSelain itu, komitmen organisasional terbukti sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara kompetensi kerja dan kinerja karyawan (koefisien
STAIN MADINASTAIN MADINA Strategi pengelolaan zakat oleh UPZ Kemenag Mandailing Natal menggunakan strategi komunikasi efektif dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat, khususnyaStrategi pengelolaan zakat oleh UPZ Kemenag Mandailing Natal menggunakan strategi komunikasi efektif dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat, khususnya
STAIN MADINASTAIN MADINA Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan Gus Sauqi sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber dataPenelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan Gus Sauqi sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data
STAIN MADINASTAIN MADINA Upaya mengatasinya antara lain meningkatkan literasi lintas agama, dialog terbuka dan diskusi, penerimaan dan toleransi, menunjukkan empati dan ketulusan,Upaya mengatasinya antara lain meningkatkan literasi lintas agama, dialog terbuka dan diskusi, penerimaan dan toleransi, menunjukkan empati dan ketulusan,