BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social SciencePenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran komitmen organisasional sebagai variabel mediasi antara kompetensi kerja dan kinerja karyawan di Badan Karantina Pertanian Indonesia. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam mencapai keunggulan organisasi. Kompetensi kerja dianggap sebagai faktor penting dalam meningkatkan kinerja, tetapi keterikatan emosional karyawan terhadap organisasi juga memainkan peran vital dalam mengoptimalkan kontribusi mereka. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian penjelasan dan menggunakan analisis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional (koefisien 0.762, T statistik 13.579) dan kinerja karyawan (koefisien 0.417, T statistik 10.175). Komitmen organisasional juga memiliki efek signifikan terhadap kinerja karyawan (koefisien 0.578, T statistik 14.550). Selain itu, komitmen organisasional terbukti sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara kompetensi kerja dan kinerja karyawan (koefisien 0.440, T statistik 8.909). Temuan ini didukung oleh teori pertukaran sosial dan kontrak psikologis, serta studi sebelumnya seperti Meyer dan Allen (1991) dan Mowday et al. (1979), meskipun penelitian lain menunjukkan hasil yang bervariasi tergantung pada konteks organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi kerja harus disertai dengan strategi untuk memperkuat komitmen organisasional untuk mencapai kinerja karyawan yang optimal. Implikasi praktisnya adalah organisasi harus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, memberikan pengakuan untuk kompetensi karyawan, dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan karyawan.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi kerja memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasional sebagai variabel mediasi.Hal ini memperkuat pemahaman bahwa kompetensi tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dan fungsional karyawan, tetapi juga memperkuat keterikatan emosional mereka terhadap organisasi.Komitmen organisasional berfungsi sebagai jembatan psikologis yang signifikan antara kompetensi dan kinerja, di mana karyawan yang merasa kompeten cenderung lebih loyal dan menunjukkan kinerja optimal.Meskipun studi sebelumnya melaporkan hasil yang bervariasi, konteks organisasi dan dukungan manajerial tampaknya menjadi faktor kritis dalam menentukan efektivitas hubungan ini.Oleh karena itu, organisasi harus mengembangkan strategi manajemen sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung yang mendorong komitmen karyawan.Pendekatan terintegrasi seperti ini dapat memaksimalkan dampak positif kompetensi terhadap kinerja dan memastikan pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut peran variabel mediasi dalam hubungan antara kompetensi kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana variabel-variabel lain, seperti budaya kerja atau dukungan manajerial, dapat memengaruhi kekuatan hubungan tersebut. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengaruh komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan di berbagai konteks organisasi, seperti sektor swasta dan publik. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana komitmen organisasional dapat dimodifikasi atau ditingkatkan untuk mencapai kinerja optimal. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan komitmen organisasional. Studi ini dapat mengeksplorasi intervensi seperti pelatihan, program pengembangan karier, atau inisiatif komunikasi terbuka, dan mengevaluasi dampak mereka pada komitmen dan kinerja karyawan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui peningkatan komitmen organisasional dan kompetensi kerja.
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0033-2909.108.2.171APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0033 2909 108 2 171
- THE ROLE OF ORGANISATIONAL COMMITMENT AS A MEDIATING VARIABLE BETWEEN JOB COMPETENCE AND EMPLOYEE PERFORMANCE... doi.org/10.53625/ijss.v5i4.11902THE ROLE OF ORGANISATIONAL COMMITMENT AS A MEDIATING VARIABLE BETWEEN JOB COMPETENCE AND EMPLOYEE PERFORMANCE doi 10 53625 ijss v5i4 11902
- POSITIVE PSYCHOLOGICAL CAPITAL: MEASUREMENT AND RELATIONSHIP WITH PERFORMANCE AND SATISFACTION - LUTHANS... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1744-6570.2007.00083.xPOSITIVE PSYCHOLOGICAL CAPITAL MEASUREMENT AND RELATIONSHIP WITH PERFORMANCE AND SATISFACTION LUTHANS onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1744 6570 2007 00083 x
| File size | 460.89 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Disiplin kerja (Y) di Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 93,02%. Variabel disiplin kerja diukurDisiplin kerja (Y) di Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 93,02%. Variabel disiplin kerja diukur
ARITEKINARITEKIN Data penelitian diperoleh dari 12 titik pengamatan melalui survei lalu lintas yang mencatat arus sepeda motor dalam satuan kendaraan per jam (kend/jam).Data penelitian diperoleh dari 12 titik pengamatan melalui survei lalu lintas yang mencatat arus sepeda motor dalam satuan kendaraan per jam (kend/jam).
STAIMUNSTAIMUN Temuan menunjukkan bahwa 85% responden mengakui pentingnya pendidikan tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dalam membekali pesertaTemuan menunjukkan bahwa 85% responden mengakui pentingnya pendidikan tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dalam membekali peserta
UNISIUNISI Integrasi nilai syura, amanah, dan maslahah menjadi faktor penting dalam menciptakan keputusan yang efektif dan diterima oleh seluruh pihak. PengambilanIntegrasi nilai syura, amanah, dan maslahah menjadi faktor penting dalam menciptakan keputusan yang efektif dan diterima oleh seluruh pihak. Pengambilan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kebaruan dari penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan interdependen antar faktor internal yang belum banyak dikaji dalam konteks sekolah dasarKebaruan dari penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan interdependen antar faktor internal yang belum banyak dikaji dalam konteks sekolah dasar
UACUAC Learning Organization di Amanatul Ummah meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui rekrutmen selektif, pelatihan kepemimpinan, dan integrasi kurikulumLearning Organization di Amanatul Ummah meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui rekrutmen selektif, pelatihan kepemimpinan, dan integrasi kurikulum
UACUAC Temuan utama menunjukkan bahwa variabel era digital mampu memediasi pengaruh generasi milenial terhadap budaya organisasi pondok pesantren. PenelitianTemuan utama menunjukkan bahwa variabel era digital mampu memediasi pengaruh generasi milenial terhadap budaya organisasi pondok pesantren. Penelitian
RAHARJARAHARJA Penerapan IT merupakan bagian integral dari sebagian besar organisasi saat ini dan akan semakin penting di masa depan. Oleh karena itu, IT governance harusPenerapan IT merupakan bagian integral dari sebagian besar organisasi saat ini dan akan semakin penting di masa depan. Oleh karena itu, IT governance harus
Useful /
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Pendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukanPendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Penelitian menyoroti keterbatasan fasilitas laboratorium, namun menekankan pentingnya penjadwalan kreatif dan kolaborasi teman sebaya untuk memaksimalkanPenelitian menyoroti keterbatasan fasilitas laboratorium, namun menekankan pentingnya penjadwalan kreatif dan kolaborasi teman sebaya untuk memaksimalkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kepala sekolah berhasil membangun komunikasi yang inspiratif, menjadi teladan dalam disiplin, mendorong inovasi pembelajaran, serta memberi perhatian personalKepala sekolah berhasil membangun komunikasi yang inspiratif, menjadi teladan dalam disiplin, mendorong inovasi pembelajaran, serta memberi perhatian personal
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Partisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunciPartisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunci