POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Institutional strengthening of farmers has been done on the role of farmer groups to improve farm productivity. The research aims to (1) analyze the farmers understanding of the role of farmer groups, (2) analyzing the productivity of farming, and (3) analyze the influence of the role of farmer groups on the productivity of farming. The study was conducted in Sukalarang district, Sukabumi, for six months in June and November 2016. The study population was farmers who become members of farmers and samples in this study were 80 people who were taken using stratified random techniques. The data were taken using a questionnaire with Likert scale instrument. Data analysis using descriptive statistics and statistical regression. It can be concluded that the appearance of the role of farmer groups and achievements of each of the variables studied class of 71.2%, a vehicle for cooperation 68% and 66% of production units. Appearance farm production is on achieving 63.2%. Variable vehicle classroom learning and collaboration does not affect the productivity of farming, while the role of farmer groups as a unit of production significantly affect the productivity of farming with the equation Y = 14.77 1.618 X3.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penampilan peranan kelompoktani dan pencapaiannya masing-masing untuk variabel kelas belajar 71,2%, wahana kerja sama 68% dan unit produksi 66%.Penampilan produksi usaha tani berada pada pencapaian 63,2 %.Variabel kelas belajar dan wahana kerja sama tidak berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani, sementara peranan kelompoktani sebagai unit produksi berpengaruh nyata terhadap produktivitas usaha tani dengan persamaan Y = 14,77 1,618 X3.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menghambat peran kelompoktani sebagai kelas belajar, seperti kurangnya pelatihan yang relevan atau kurangnya motivasi anggota. Kedua, perlu adanya penelitian yang mengeksplorasi model kerja sama yang efektif antara kelompoktani dan pihak eksternal, seperti pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat, untuk meningkatkan akses petani terhadap pasar dan teknologi baru. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program pemberdayaan kelompoktani terhadap kesejahteraan petani secara holistik, termasuk aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas program tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui penguatan kelompoktani.

Read online
File size193.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test