POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Penelitian peran kelembagaan dan atribut inovasi dalam mempengaruhi adopsi teknologi PTT telah dilakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang. Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan peran kelembagaan penyuluhan, kelompok tani dan atribut inovasi dalam adopsi PTT. Penelitian menggunakan pendekatan survei, di mana seluruh anggota kelompok tani yang mengikuti program peningkatan produksi padi-jagung dan kedelei sebagai populasi. Penetapan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling), dan dengan rumus Slovin banyaknya sampel berjumlah 124 orang responden. Berdasarkan analisis diskriptif diperoleh bahwa; tingkat kerumitan inovasi, peran kelembagaan penyuluhan dalam memberikan percontohan usahatani, peran kelompok tani sebagai unit produks, dan penggunaan varietas unggul baru pada teknologi PTT, memperoleh nilai rata-rata terendah baik di Sumedang maupun di Bandung Barat.

Dari uraian pembahasan di atas, hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa indikator yang memperoleh nilai rata-rata terendah yaitu.(1) tingkat kerumitan untuk peubah atribut inovasi, (2) percontohan usahatani untuk peubah peran kelembagaan penyuluhan, (3) unit produksi untuk peran kelembagaan petani, dan (4) penggunaan varietas unggul baru untuk peubah teknologi PTT.Berdasarkan simpulan di atas, maka perlu upaya.(1) mengurangi kerumitan yang terdapat pada teknologi PTT terutama dalam pengaturan populasi tanaman dalam sistem jajar legowo, sehingga lebih mudah ketika penanaman tanpa mengurangi populasi tanaman., (2) selalu dibuat petak percontohan usahatani baik di lingkungan BPP atau pun di lahan milik petani sebagai pelaksanaan fungsi penyuluhan, (3) peningkatan fungsi kelompok tani sebagai sebuah unit produksi, dan (4) penyuluhan terhadap penggunaan varietas unggul baru perlu diintensifkan.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan model komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi mengenai teknologi PTT, khususnya terkait dengan kompleksitas inovasi dan manfaatnya bagi petani. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program percontohan usahatani oleh penyuluh pertanian, serta bagaimana meningkatkan peran kelompok tani sebagai unit produksi yang solid dan berkelanjutan. Pengembangan sistem pendampingan yang terintegrasi, melibatkan penyuluh, kelompok tani, dan pihak swasta, juga dapat menjadi arah penelitian yang menjanjikan untuk mempercepat adopsi teknologi PTT dan meningkatkan produktivitas padi sawah.

Read online
File size300.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test