AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Transformasi digital membawa peluang dan tantangan baru dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil berperan penting dalam menciptakan ekosistem inklusif yang memastikan akses digital merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antar pemangku kepentingan dalam program pengentasan kemiskinan digital, dengan menyoroti koordinasi, kolaborasi, dan hambatan komunikasi yang muncul. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan analisis dokumen kebijakan digital inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar pemangku kepentingan masih bersifat vertikal dan terfragmentasi, dengan dominasi peran pemerintah dan keterlibatan terbatas dari komunitas lokal. Kolaborasi lintas sektor yang efektif terjadi ketika ada mekanisme komunikasi partisipatif, transparansi informasi, dan kepercayaan antar aktor. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi strategis yang adaptif dan inklusif merupakan faktor kunci keberhasilan program pengentasan kemiskinan digital di Indonesia.

Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi antara pemangku kepentingan merupakan faktor strategis bagi keberhasilan program pengentasan kemiskinan digital di Indonesia, dimana kualitas komunikasi yang dialogis, terbuka, dan egaliter sangat menentukan efektivitas kolaborasi lintas sektor.Namun, masih terdapat dominasi pola komunikasi top‑down, ketidakseimbangan informasi, serta tantangan literasi digital yang menghambat partisipasi komunitas, sehingga diperlukan pergeseran menuju komunikasi partisipatif dan penggunaan teknologi digital yang inklusif.Dengan meningkatkan transparansi, dialog setara, dan mekanisme umpan balik, komunikasi dapat berfungsi sebagai mekanisme tata kelola yang berkelanjutan untuk program pengembangan digital.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana platform komunikasi digital yang bersifat partisipatif, seperti forum online berbasis komunitas, dapat meningkatkan keterlibatan warga miskin digital dalam program pengentasan kemiskinan, dengan menguji perbedaan tingkat partisipasi sebelum dan sesudah penerapan platform tersebut. Selanjutnya, studi dapat meneliti dampak mekanisme keputusan algoritmik pada sistem digital pemerintah terhadap tingkat kepercayaan pemangku kepentingan dan hasil program, dengan membandingkan wilayah yang mengandalkan algoritma tinggi dan rendah. Terakhir, penelitian dapat merancang dan mengimplementasikan intervensi peningkatan literasi digital bagi komunitas berpendapatan rendah, kemudian mengukur sejauh mana intervensi tersebut memperbaiki kemampuan mereka dalam memberi masukan dan berpartisipasi dalam perencanaan program. Dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang terintegrasi, ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis untuk memperbaiki komunikasi lintas sektor dan memperkuat inklusivitas program digital di Indonesia. Selain itu, penelitian dapat memasukkan analisis kebijakan untuk mengidentifikasi hambatan regulatif yang menghalangi adopsi model komunikasi partisipatif dan menyusun rekomendasi kebijakan yang mendukung kolaborasi terbuka.

Read online
File size303.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test