UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Ketentuan tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah diatur dalam pasal 28 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada dasarnya banyak cara yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperluas akses layanan PAUD bagi seluruh lapisan masyarakat, antara lain (1) bantuan pendirian/rintisan satuan PAUD baru, (2) bantuan pembangunan/penyediaan fasilitas PAUD, dan (3) penambahan satuan layanan PAUD yang sudah berjalan seperti TK/KB/TPA/SPS. Namun tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, karena itu banyak lembaga atau yayasan lain yang ikut serta dalam upaya ini, salah satunya Yayasan Asih Foundation (YAF). Lembaga ini sudah berhasil memberdayakan masyarakat dalam hal pendirian dan pembinaan lembaga PAUD di seluruh Indonesia, termasuk di Jabotabek. Riset ini akan mendeskripsikan tentang strategi pemberdayaan yang diterapkan oleh Yayasan Asih Foundation. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek 3 sekolah di Jabotabek. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Asih Foundation berada di level mezzo. Lembaga PAUD dapat merasakan perubahan dan manfaat dari pembinaan yang diberikan oleh YAF meski pembinaan yang utama hanya berlangsung selama 2 tahun. PAUD binaan ini dapat mengembangkan diri.

PAUD merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah, serta berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak sejak lahir hingga usia enam tahun.Yayasan Asih Foundation melalui pendirian dan pembinaan lembaga PAUD di berbagai wilayah Indonesia telah memberikan intervensi pada level mezzo, yang memungkinkan lembaga PAUD merasakan manfaat signifikan, termasuk peningkatan kapasitas dan inovasi pendidikan seperti pengenalan bahasa Mandarin.Dengan demikian, upaya pemberdayaan masyarakat oleh YAF berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan PAUD dan pengembangan karakter generasi muda.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara longitudinal dampak pendampingan Yayasan Asih Foundation yang diperpanjang lebih dari dua tahun terhadap keberlanjutan operasional dan kualitas layanan PAUD, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung keberlangsungan lembaga setelah bantuan awal berakhir; selanjutnya, perlu dilakukan analisis komparatif antara model pemberdayaan mezzo dan makro dalam konteks partisipasi masyarakat serta peningkatan mutu pendidikan PAUD, guna menentukan model mana yang paling efektif dalam meningkatkan keterlibatan komunitas dan hasil belajar anak; terakhir, evaluasi intervensi inovatif seperti integrasi bahasa Mandarin dan program daur ulang sampah menjadi alat pembelajaran (APE) di PAUD dapat diukur pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif, bahasa, serta kesadaran lingkungan anak, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan kurikulum berbasis kreativitas dan keberlanjutan di lembaga PAUD.

Read online
File size321.45 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test