SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Serambi Saintia : Jurnal Sains dan AplikasiSerambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan titik tumbuh entres dorman dan abdorman, serta teknik pengikatan swiscontect dan melilit batang pohon. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 2 x 2 dan 6 ulangan. Faktor yang diteliti adalah tingkat keberhasilan titik tumbuh entres dan teknik pengikatan. Parameter yang diamati adalah panjang tunas, jumlah helaian daun, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan titik tumbuh entres berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tunas dan jumlah helaian daun pada umur 30, 40, 50, dan 60 hari setelah sambung (HSS). Diameter batang pada umur 30, 50, 60, dan 40 HSS berpengaruh nyata terhadap titik tumbuh entres. Teknik pengikatan berpengaruh nyata terhadap panjang tunas pada umur 30, 40, 50, dan 60 HSS, dan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah helain daun pada umur 30, serta berpengaruh nyata pada umur 40, 50, dan 60 HSS. Perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang pada umur 30, 40, 50, dan 60 HSS.

Perbedaan titik tumbuh entres tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas dan jumlah helaian daun, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang.Perbedaan teknik pengikatan berpengaruh nyata terhadap panjang tunas dan jumlah helai daun, serta berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang.Ada interaksi antara titik tumbuh entres dan teknik pengikatan terhadap panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang.

Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya kakao, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemilihan titik tumbuh entres yang optimal dan teknik pengikatan yang efektif. Selain itu, studi tentang pengaruh faktor-faktor lain seperti kondisi tanah, iklim, dan nutrisi tanaman terhadap kecepatan tumbuh sambung samping juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kakao, dapat dikembangkan strategi budidaya yang lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan produktivitas dan mutu biji kakao di Indonesia.

Read online
File size51.8 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test