JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Kegiatan Cooking class adalah salah satu kegiatan pembelajaran menyenangkan yang dilakukan di satuan PAUD, karena merupakan bagian dari melatih anak untuk dapat memahami proses memasak sederhana dengan di bantu atau dibimbing oleh guru. Penggunaan model ATIK dalam kegiatan cooking class diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengikuti proses kegiatan dan mempraktikkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi model ATIK dalam kegiatan cooking class anak usia 5-6 tahun di TK Kristen Permata. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan siklus, yang terdiri dari 4 langkah yaitu ; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan/observasi, (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan anak dalam kegiatan cooking class meningkat. Tingkat ketercapaian kelas pada siklus I adalah 20% (6 anak yang berhasil mengamati, meniru dan kerjakan dari 30 anak) dan pada siklus ke 2 meningkat menjadi 80% (24 anak yang berhasil mengamati, meniru dan kerjakan dari 30 anak). Dengan demikian model ATIK dapat diimplementasikan dalam kegiatan cooking class.

Model ATIK (Amati, Tiru, dan Kerjakan) merupakan metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini karena dapat meningkatkan keberhasilan pemahaman pelajaran dengan pendekatan visual.Penggunaan model ATIK dalam kegiatan cooking class meningkatkan keterlibatan anak secara aktif, mengubah status kemampuan dari belum berkembang menjadi berkembang sesuai harapan.Selain itu, anak menunjukkan antusiasme tinggi ketika berhasil membuat makanan kesukaannya sendiri.

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana anak-anak mempertahankan kemampuan memasak yang diperoleh melalui model ATIK setelah jangka waktu tiga hingga enam bulan, dengan menggunakan pengukuran observasi dan tes praktik untuk menilai retensi keterampilan. Selanjutnya, studi komparatif antara model ATIK dan pendekatan pembelajaran lain seperti Montessori atau project‑based learning dapat dilakukan untuk mengetahui model mana yang paling efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar pada cooking class anak usia dini. Selain itu, penelitian dapat memperluas penerapan model ATIK pada anak-anak dengan kebutuhan khusus atau dari latar belakang budaya yang berbeda, untuk menilai adaptabilitas dan dampaknya terhadap perkembangan motorik halus serta motivasi belajar. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang kelebihan, batasan, dan potensi pengembangan model ATIK dalam pendidikan anak usia dini.

  1. Pengembangan Model ATIK untuk Meningkatkan Kompetensi Menggambar pada Anak Taman Kanak-Kanak | Jurnal... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.899Pengembangan Model ATIK untuk Meningkatkan Kompetensi Menggambar pada Anak Taman Kanak Kanak Jurnal doi 10 31004 obsesi v5i2 899
Read online
File size266.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test