SYEKH NURJATISYEKH NURJATI

EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa ArabEL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab

Nahwu merupakan dasar dari ilmu bahasa Arab yang muncul pada abad pertama hijriyah. Kemudian nahwu berkembang terbukti dengan banyaknya buku-buku kajian tentang nahwu yang membahas metode-metode di dalamnya, ditambah dengan munculnya kelompok-kelompok yang melakukan pendekatan tertentu sejak abad kedua hijriyah, munculkan kelompok Basroh, Kufah, Baghdad, Andalus dan kelompok Mesir hingga adab kelima hijriyah. Dalam abad modern ini telah tampak upaya dari ahli bahasa Arab untuk merekonstruksi bahasa Arab agar mudah dipahami oleh pelajar modern baik di Arab maupun non Arab. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi pustaka yang menggunakan pendekatan studi tokoh. Adapun yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah Kitab Ihyaun Nahwi karangan Ibrahim Musthofa dan Tajdidun Nahwi karangan Syauqi Dhoif. Data yang diperolah dianalisis dengan dua tahap, tahap pertama menggunakan analisis taksonomi dan kedua menggunakan analisis komparatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan Ibrahim Musthofa mendasari upaya pembaruan nahwu dengan pendekatan makna dan ini serupa dengan pemikiran J.R Firth, Syauqi Dhoif mendasari upaya pembaruan nahwunya dengan pendekatan fonologi menunjukkan pengaruh dari pemikiran Bloomfield. Adapun aspek persamaan dalam konsep pembaruan adalah menolak adanya istilah alamat fariyah dalam irob, mereka juga meniadakan bab ناك dan saudaranya, داك ن dan saudaranya dalam bab al-marfuat, mereka juga menyepakati bahwa isim yang jatuh setelah نظ bukan merupakan tarkib isnadi. Aspek perbedaan keduanya dapat diringkas dari dasar landasan pembaruan dan dalam menyusun beberapa bab nahwu.

Shauqi Dhaif menekankan pada pemahaman ucapan dan kelembutan lafadz, sementara Ibrahim Musthafa berfokus pada undang-undang yang menentukan struktur kalimat dan maknanya.Keduanya sepakat dalam menolak konsep alamat fariyah dan menyederhanakan kaidah-kaidah nahwu.Penelitian ini memberikan wawasan tentang evolusi pemikiran dalam ilmu nahwu dan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai pengaruh pemikiran linguistik Barat, seperti Firth dan Bloomfield, terhadap pembaharuan nahwu yang diusung oleh Shauqi Dhaif dan Ibrahim Musthafa, dengan fokus pada mekanisme adopsi dan adaptasi teori-teori tersebut. Kedua, penelitian dapat diarahkan untuk menguji efektivitas metode pengajaran nahwu yang diperbarui oleh kedua tokoh ini dalam konteks pembelajaran bahasa Arab modern, dengan melibatkan responden dari berbagai tingkatan pendidikan dan latar belakang budaya. Ketiga, eksplorasi lebih lanjut mengenai implikasi pembaharuan nahwu terhadap interpretasi teks-teks klasik, khususnya al-Quran dan hadis, dapat dilakukan untuk mengidentifikasi potensi perubahan dalam pemahaman makna dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu nahwu dan peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab di masa depan.

Read online
File size1.27 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test