ESDMESDM
JURNAL GEOLOGI KELAUTANJURNAL GEOLOGI KELAUTANPemetaan karakteristik pantai merupakan kegiatan awal untuk mengetahui daerah potensi erosi dan sedimentasi di pesisir barat dan timur Selat Bali. Faktor-faktor yang berperan dalam menganalisis proses sedimentasi dan erosi pantai, yaitu faktor litologi, gelombang dan arus. Pelabuhan di pesisir barat Selat Bali yaitu Pelabuhan Barang, Pelabuhan Pertamina (Meneng), serta Pelabuhan Fery (Ketapang), merupakan daerah sedimentasi, sedangkan pelabuhan di pesisir timur adalah Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk (Bali). Kawasan pesisir Selat Bali di sisi barat batuan penyusunnya berupa batuan gunungapi muda (lava, breksi dan tuf). Kawasan pesisir Selat Bali di sisi timur, Pulau Bali terdiri dari batugamping, konglomerat, batupasir, lava, breksi, tufa dan aluvium. Pantai sebelah timur Selat Bali sebagian besar merupakan pantai berpasir (kemiringan 0o - 15o). Pantai di daerah ini merupakan daerah sedimentasi dengan lebar pantai antara 10 sampai 20 meter. Pantai barat Selat Bali dicirikan oleh pantai yang memiliki kemiringan yang landai (kemiringan 0° - 10°) dengan lebar pantai antara 3 meter sampai 15 meter merupakan daerah sedimentasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan pelabuhan besar di sebelah barat Selat Bali, seperti Pelabuhan Barang, Pelabuhan Pertamina (Meneng), dan Pelabuhan Penyeberangan (Ketapang), berada di daerah yang relatif stabil karena proses sedimentasi yang terjadi.Pasokan sedimen dari muara sungai dialirkan oleh arus sejajar pantai menuju selatan, sehingga sedimen diendapkan di daerah selatan.Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk di sisi timur Selat Bali menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan potensi sedimentasi yang berselingan.Secara umum, kondisi geologi dan oseanografi di Selat Bali memengaruhi dinamika pantai dan proses sedimentasi-erosi di sepanjang pesisir.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memahami lebih dalam interaksi antara faktor litologi, gelombang, arus, dan aktivitas manusia terhadap dinamika pantai di Selat Bali. Sebagai contoh, studi yang lebih rinci mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap pola gelombang dan arus dapat memberikan wawasan penting untuk memprediksi laju erosi dan sedimentasi di masa depan. Selain itu, penelitian yang berfokus pada efektivitas berbagai metode mitigasi erosi, seperti pembangunan groin atau penanaman vegetasi pantai, perlu dilakukan untuk mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Terakhir, pemodelan numerik yang komprehensif, menggabungkan data oseanografi, geologi, dan hidrodinamika, dapat digunakan untuk memproyeksikan perubahan garis pantai dan mengidentifikasi area-area yang paling rentan terhadap erosi dan sedimentasi, sehingga dapat membantu dalam perencanaan tata ruang pesisir yang lebih adaptif dan resilien.
| File size | 335.91 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis pola distribusi pengendapan sedimen waduk menggunakan metode empiris pengurangan luas menghasilkan elevasi nolPenelitian ini menyimpulkan bahwa analisis pola distribusi pengendapan sedimen waduk menggunakan metode empiris pengurangan luas menghasilkan elevasi nol
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Tekanan darah pretest pada masing-masing kelompok tidak ada perbedaan, pada posttest hari ke-1 masing-masing kelompok mengalami penurunan tekanan darah,Tekanan darah pretest pada masing-masing kelompok tidak ada perbedaan, pada posttest hari ke-1 masing-masing kelompok mengalami penurunan tekanan darah,
IPBIPB Perubahan garis pantai ini berupa akresi di beberapa lokasi dengan tutupan mangrove yang rapat dan sedang, serta abrasi di lokasi dengan tutupan mangrovePerubahan garis pantai ini berupa akresi di beberapa lokasi dengan tutupan mangrove yang rapat dan sedang, serta abrasi di lokasi dengan tutupan mangrove
IPBIPB Oleh karena itu, pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan (SFM) menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,Oleh karena itu, pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan (SFM) menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,
UGPUGP Suhu dan pH memiliki hubungan kuat terhadap klorofil-a, sedangkan kedalaman dan salinitas menunjukkan korelasi cukup kuat. Kondisi ini mengindikasikanSuhu dan pH memiliki hubungan kuat terhadap klorofil-a, sedangkan kedalaman dan salinitas menunjukkan korelasi cukup kuat. Kondisi ini mengindikasikan
UNAIRUNAIR Selain itu, fauna makrobentik Atilia (Columbella) scripta, Metopograpsus latifrons, Littoraria scabra, Saccostrea cucculata dan Cardisoma carnifex berasosiasiSelain itu, fauna makrobentik Atilia (Columbella) scripta, Metopograpsus latifrons, Littoraria scabra, Saccostrea cucculata dan Cardisoma carnifex berasosiasi
UNIBUNIB Pantai Panjang Kota Bengkulu merupakan pantai yang terdapat di langsung dengan bagian barat Pulau Sumatera dan berbatasan dengan Samudera Hindia. PantaiPantai Panjang Kota Bengkulu merupakan pantai yang terdapat di langsung dengan bagian barat Pulau Sumatera dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Pantai
UNIBUNIB Secara keseluruhan, garis pantai Kota Bengkulu mengalami abrasi rata-rata sebesar 6,414 hektar per tahun, dengan rata-rata abrasi tahunan 19,418 hektarSecara keseluruhan, garis pantai Kota Bengkulu mengalami abrasi rata-rata sebesar 6,414 hektar per tahun, dengan rata-rata abrasi tahunan 19,418 hektar
Useful /
IPBIPB Pada tahun 2016, Kebun Raya Botani Cibodas bekerja sama dengan TNGP menanam spesies pohon asli yang memiliki potensi sekuestrasi karbon tinggi; enam ratusPada tahun 2016, Kebun Raya Botani Cibodas bekerja sama dengan TNGP menanam spesies pohon asli yang memiliki potensi sekuestrasi karbon tinggi; enam ratus
UNIBUNIB Nilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolongNilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolong
UNIBUNIB Sedangkan untuk jumlah hasil tangkapan sampingan yang bernilai ekonomis rendah terdapat sebanyak 18 spesies dengan berat total 52,3 kg (39,55%) didominasiSedangkan untuk jumlah hasil tangkapan sampingan yang bernilai ekonomis rendah terdapat sebanyak 18 spesies dengan berat total 52,3 kg (39,55%) didominasi
UNIBUNIB Padat tebar 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,18 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 82,35. Padat tebar 170 dan 175 ekor/m2 menghasilkanPadat tebar 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,18 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 82,35. Padat tebar 170 dan 175 ekor/m2 menghasilkan