UMMUMM

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

Epic Culinary merupakan sebuah cafe dan resto yang didirikan pada bulan januari 2015. Menurut survey awal yang dilakukan di Epic Culinary diketahui permasalahan yang dihadapi yaitu adanya komplain terhadap masalah tempat, produk, fasilitas, dan harga. Sebagai perusahaan yang sedang tumbuh dan berkembang Epic culinary belum mempunyai ciri khas perusahaan yang menjadi pembeda dengan kompetitor yang ada baik dari segi kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki. Perusahaan harus melakukan analisis pada kompetitor yang ada juga berupaya untuk mewujudkan harapan konsumen. Metode Correspondence Analysis (CA) adalah metode yang dipakai untuk memperhatikan kompetitor yaitu dari segi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki perusahaan yang kemudian akan dibuat sebagai masukan dalam perancangan strategi. Untuk mengetahui sejauh mana mutu pelayanan yang telah dilakukan perusahaan untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan untuk meningkatkan loyalitas konsumen adalah dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penerapan kedua metode diatas dilakukan dengan penyebaran kuisoner dengan menggunakan konsep 7P yaitu produk, harga, tempat, promosi, people, physical evidence, dan proses yang digunakan sebagai atribut dalam pembuatan kuisonernya.

Usulan prioritas perbaikan digunakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen kepada Epic Culinary dilakukan dengan mengaplikasikan konsep bauran pemasaran melalui atribut-atribut yang telah didiskusikan oleh pihak perusahaan yaitu melakukan peningkatan kualitas pelayanan cafe, memperbaiki dan menambahi fasilitas cafe, peningkatan media informasi dan kegiatan promosi pada konsumen.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, melakukan studi longitudinal untuk mengukur efek jangka panjang penerapan prioritas perbaikan yang diusulkan pada loyalitas konsumen Epic Culinary, dengan mengumpulkan data kepuasan dan perilaku pembelian secara berkala selama minimal satu tahun. Kedua, memperluas penerapan metode Correspondence Analysis dan Importance‑Performance Analysis ke beberapa kafe kompetitor di kota‑kota lain, sehingga dapat dibandingkan perbedaan atribut kritis dan strategi pemasaran antar wilayah serta menguji generalisasi temuan saat ini. Ketiga, mengintegrasikan analisis sentimen dari ulasan online media sosial dengan hasil CA‑IPA, sehingga dapat menilai konsistensi antara persepsi konsumen yang diukur melalui kuesioner dan opini yang diungkapkan secara spontan, serta mengidentifikasi atribut baru yang belum tercakup dalam 7P. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur pemasaran layanan serta memberikan pedoman praktis bagi usaha kuliner dalam meningkatkan keunggulan kompetitif. Selain itu, penggunaan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat menggali faktor-faktor psikologis yang memengaruhi keputusan konsumen secara lebih holistik.

Read online
File size703.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test