UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamBerbicara peran perempuan di wilayah publik, seakan tidak pernah selesai. Hal ini karena peran perempuan di wilayah publik ini, khususnya peran politik diyakini masih kurang signifikan. Hingga memasuki milenium ketiga, masih terdapat sebagian ulama dan cendekiawan yang memandang negatif peran dan kontribusi positif kaum perempuan di ranah politik. Mereka melakukan interpretasi secara tekstual terhadap al-Quran dan hadis yang melarang kaum perempuan terlibat dalam politik. Melalui kritik konstruktif dan rekonstruksi holistik, kajian ini mencoba untuk mengeksplorasi peran politik kaum perempuan di ruang publik gagasan Musdah Mulia. Bagi Musdah, hal yang perlu dilakukan adalah tidak saja rekonstruksi interpretasi terhadap doktrin-doktrin fundamental Islam (al-Quran dan hadis), tapi juga gerakan praktis dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kebijakan publik. Semua rekonstruksi terhadap peran kepemimpinan politik perempuan tersebut mesti dilakukan secara bersamaan agar menghasilkan perubahan secara konkret. Hal ini karena terdapat sejumlah faktor internal yang menyebabkan perempuan tidak bisa berperan secara signifikan dalam ranah politik yang mencakup pada sosok perempuan sendiri yang kurang percaya diri dan pasif terhadap peluang yang ada. Mereka juga kurang mendapat dukungan, terbelenggu stereotip sebagai penjaga ranah domestik, masih terkungkung tradisi misoginis, serta penafsiran agama yang bias nilai-nilai patriarki dan bias gender.
Pemikiran Musdah Mulia tentang pentingnya memberi argumen bahwa setiap manusia yang diciptakan Allah adalah sama yang membedakan tingkat ketaqwaannya.Maka dari itu tidak ada alasan untuk menindas orang lain.Termasuk menindas kaum perempuan yang secara materi dan inmateri dieksploitasi dan menganggap kehadiran perempuan tidak berfungsi dalam ranah publik dan hanya bisa berfungsi dalam ranah domestik.Maka dari itu Musdah Mulia mengatakan secara tegas perempuan bisa berperan dalam ranah apapun termasuk ranah publik.Dalam ranah politik perempuan dapat berperan aktif dalam politik, mulai dari pemilihan umum, aktif dalam partai politik atau berpartisipasi dalam ranah legislatif, eksekutif maupun yudikatif.Landasan pemikiran Musdah Mulia terkait dengan kepemimpinan politik perempuan, di antaranya.a) Tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan.Salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan ataupun posisi sosial.Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.b) intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya.dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.c) Esensi ajaran agama adalah memanusiakan manusia, menghormati manusia dan memuliakannya.Tidak peduli apa pun ras, suku, warna kulit, jenis kelamin dan status sosial.d) Tidak ada larangan di dalam islam terkait dengan kepemimpinan perempuan dalam politik, bahkan sejarah mencatat banyak perempuan yang berperan aktif baik pada masa nabi maupun pada masa sahabatnya.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis kritis terhadap , dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan keagamaan yang relevan. Hal ini dapat membantu dalam memahami bagaimana pemikiran Musdah Mulia dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan situasi.. . 2. Kajian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor internal yang menghambat peran perempuan dalam ranah politik, termasuk stereotip, tradisi misoginis, dan penafsiran agama yang bias. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik.. . 3. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dan keberhasilan gerakan praktis yang diusulkan oleh Musdah Mulia dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kebijakan publik. Dengan demikian, dapat dievaluasi efektivitas gerakan tersebut dalam menciptakan perubahan konkret dan meningkatkan peran perempuan dalam ranah politik.
| File size | 317.58 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Analisis genoteks dan fenoteks menunjukkan bagaimana elemen-elemen dasar dan struktur naratif film membentuk pesan keseluruhan. Film ini berhasil menggugahAnalisis genoteks dan fenoteks menunjukkan bagaimana elemen-elemen dasar dan struktur naratif film membentuk pesan keseluruhan. Film ini berhasil menggugah
UAIUAI Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis representasi politik dan agama dalam perebutan kekuasaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalahTujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis representasi politik dan agama dalam perebutan kekuasaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
STISABUZAIRISTISABUZAIRI Evolusi politik hukum nasional menunjukkan proses panjang dan kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, baik politik, ekonomi, sosial-budaya,Evolusi politik hukum nasional menunjukkan proses panjang dan kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, baik politik, ekonomi, sosial-budaya,
DAARULHUDADAARULHUDA Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM), Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD), dan Hubungan Industrial (IR) membentuk fondasi strategis bagi kinerjaIntegrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM), Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD), dan Hubungan Industrial (IR) membentuk fondasi strategis bagi kinerja
UMTSUMTS Metode penelitian menggabungkan tinjauan literatur sistematis dan analisis teoritis dari perspektif kriminologi (Teori Disorganisasi Sosial Shaw & McKay,Metode penelitian menggabungkan tinjauan literatur sistematis dan analisis teoritis dari perspektif kriminologi (Teori Disorganisasi Sosial Shaw & McKay,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Studi ini melihat apa yang dipertimbangkan oleh hakim ketika mereka menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku, yang melibatkan prinsip keadilan retributifStudi ini melihat apa yang dipertimbangkan oleh hakim ketika mereka menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku, yang melibatkan prinsip keadilan retributif
IDEBAHASAIDEBAHASA Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metodologi analisis teks sastra, penelitian ini mengungkap kompleksitas peran gender wanita dalam sistem patriarki.Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metodologi analisis teks sastra, penelitian ini mengungkap kompleksitas peran gender wanita dalam sistem patriarki.
UnmulUnmul Kehidupan sosial yang digambarkan melalui karakter utama, Claude Wheeler, mencakup berbagai aspek seperti kehidupan di pertanian, agama, romansa, pernikahan,Kehidupan sosial yang digambarkan melalui karakter utama, Claude Wheeler, mencakup berbagai aspek seperti kehidupan di pertanian, agama, romansa, pernikahan,
Useful /
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Karyawan dengan pemahaman takdir moderat dan qodariyah cenderung memiliki etos kerja tinggi, sedangkan karyawan dengan pemahaman takdir ekstrim cenderungKaryawan dengan pemahaman takdir moderat dan qodariyah cenderung memiliki etos kerja tinggi, sedangkan karyawan dengan pemahaman takdir ekstrim cenderung
TEFLINTEFLIN Untuk mengotentikasi pengajaran, berguna untuk sesekali mengundang audiens dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadiri diskusi panel dan presentasi kelompokUntuk mengotentikasi pengajaran, berguna untuk sesekali mengundang audiens dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadiri diskusi panel dan presentasi kelompok
IDEBAHASAIDEBAHASA Penelitian ini menemukan bahwa referensi gramatikal, terutama bentuk pribadi, merupakan unsur kohesi terbesar dalam percakapan podcast Tim Ferriss. Konjungsi,Penelitian ini menemukan bahwa referensi gramatikal, terutama bentuk pribadi, merupakan unsur kohesi terbesar dalam percakapan podcast Tim Ferriss. Konjungsi,
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Gus Dur memaknai kebebasan beragama sebagai kesadaran yang mengakui keragaman umat Muslim dan manusia secara umum, di mana tiap agama menjalankan akidahnyaGus Dur memaknai kebebasan beragama sebagai kesadaran yang mengakui keragaman umat Muslim dan manusia secara umum, di mana tiap agama menjalankan akidahnya