UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemikiran tokoh agama tentang teologi Islam di Bengkulu Utara memandang akal dapat berfungsi untuk memperoleh kejelasan tentang persoalan-persoalan ketuhanan dalam pentingnya akal yang diperlukan untuk aspek-aspek ajaran Islam yang di informasikan oleh wahyu. Wahyu merupakan sumber pengetahuan tentang Tuhan, kebaikan dan kejahatan, serta kewajiban umat manusia untuk melakukan kebaikan dan menjauhkan kejahatan fungsi akal, tanpa wahyu akan me bawa beban yang berat dalam kehidupan manusia. Artinya disini, para tokoh agama yang ada di Bengkulu Utara memakai pola tradisional, walaupun dalam satu sisi ada berprinsip rasional atau Mutazilah. Pemikiran tokoh agama tentang kebebasan manusia dan kehendak mutlak Tuhan, kecenderungan pemikiran tokoh agama di Bengkulu Utara lebih mengarah kepada paham kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, sebagaimana yang dianut oleh paham Asyariyah, karena manusia berusaha juga diimbangi dengan kekuasaan mutlak Tuhan.

Berdasarkan uraian-uraian dari beberapa bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pemikiran tokoh agama tentang teologi Islam di Bengkulu Utara memandang akal dapat berfungsi untuk memperoleh kejelasan tentang persoalan-persoalan ketuhanan dalam pentingnya akal yang diperlukan untuk aspek-aspek ajaran Islam yang di informasikan oleh wahyu.Wahyu merupakan sumber pengetahuan tentang Tuhan, kebaikan dan kejahatan, serta kewajiban umat manusia kepadanya.Faktor yang mempengaruhi corak pemikiran tokoh agama terhadap teologi Islam di Bengkulu Utara yaitu situasi sosial seperti perbedaan keadaan lingkungan sangat erat pengaruhnya dalam membentuk karakter suatu masyarakat.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pemahaman teologi Islam di Bengkulu Utara, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis perbandingan pengaruh pendidikan formal (pesantren) dan informal (majelis taklim) terhadap pembentukan pemahaman teologi Islam pada tokoh agama, dengan tujuan memahami bagaimana kedua lembaga tersebut berkontribusi dalam membentuk pandangan teologis yang berbeda. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana faktor globalisasi dan modernisasi mempengaruhi interpretasi ajaran Islam oleh tokoh agama di Bengkulu Utara, khususnya dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti pluralisme dan toleransi antarumat beragama. Ketiga, penelitian dapat meneliti lebih dalam mengenai bagaimana tokoh agama di Bengkulu Utara mengintegrasikan nilai-nilai tradisional lokal dengan ajaran Islam dalam upaya membangun harmoni sosial dan memperkuat identitas keagamaan di tengah arus globalisasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pemikiran teologi Islam di Bengkulu Utara, serta implikasinya terhadap perkembangan sosial dan keagamaan di masyarakat.

Read online
File size471.44 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test