UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamKekerasan dengan mengatasnamakan agama pada beberapa dekade terakhir terus meningkat, tidak hanya melibatkan konflik antar pemeluk agama tetapi juga terjadi di internal umat beragama di Indonesia. Pengakuan akan kebenaran mutlak (truth claim) dalam mendakwahkan agama, serta klaim sepihak yang menganggap pihak lain salah dalam menafsirkan teks suci, menjadi benih yang dapat memicu konflik kapan saja. Kesadaran akan kebangsaan dan realitas pluralitas yang dibingkai NKRI berdasarkan Pancasila mengalami degradasi, sehingga tidak lagi menjadi pilar pemersatu; kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk mengurangi benturan nilai dan norma. Salah satu yang memperhatikan masalah ini adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan ketua PBNU dan presiden, yang dikenal sebagai pelindung kaum minoritas dan penjaga kebebasan beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, mengkaji literatur, buku, artikel, dan sumber internet untuk memahami pandangan Gus Dur tentang kebebasan beragama.
Gus Dur memaknai kebebasan beragama sebagai kesadaran yang mengakui keragaman umat Muslim dan manusia secara umum, di mana tiap agama menjalankan akidahnya dan Islam diterapkan sebagai rahmatan lil alamin dalam kehidupan nyata, sehingga setiap warga berhak mengekspresikan identitas tanpa diskriminasi.Implikasi pemahamannya terasa pada kelompok marginal seperti Syiah, Ahmadiyah, dan Konghucu, bahkan Konghucu dijadikan agama tersendiri dan hari Imlek menjadi libur nasional.Kerangka kebebasan ini dibangun atas nilai universalitas Islam, pribumisasi Islam, nilai demokrasi, HAM, serta prinsip keadilan dan egaliter.
Penelitian selanjutnya dapat (1) melakukan survei nasional dengan pendekatan campuran untuk mengukur persepsi publik terhadap kebebasan beragama di berbagai provinsi, sehingga data empiris dapat mengungkap variasi geografis dan faktor sosial‑kultural yang memengaruhi sikap toleransi; (2) melakukan analisis komparatif terhadap implementasi hukum kebebasan beragama bagi kelompok minoritas seperti Syiah, Ahmadiyah, dan Konghucu sejak era Gus Dur, guna mengevaluasi efektivitas kebijakan dan mengidentifikasi hambatan struktural; (3) merancang serta menguji program pendidikan inter‑faith di sekolah menengah yang mencakup modul dialog antar‑agama, kemudian menilai dampaknya terhadap perubahan sikap dan penurunan prasangka melalui studi longitudinal, sehingga dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat kohesi sosial.
| File size | 381.22 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBUMB Faktor pendukung utama adalah peran aktif guru dan dukungan orang tua dalam proses pembelajaran.meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan saranaFaktor pendukung utama adalah peran aktif guru dan dukungan orang tua dalam proses pembelajaran.meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Temuan menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam perspektif filsafat pendidikan Islam menekankan nilai-nilai seperti toleransi, kesetaraan, keadilan,Temuan menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam perspektif filsafat pendidikan Islam menekankan nilai-nilai seperti toleransi, kesetaraan, keadilan,
UMPOUMPO Nilai-nilai pluralisme sebenarnya memiliki akar kuat dalam ajaran agama, khususnya Islam, yang secara historis dan realitasnya erat kaitannya dengan tauhidNilai-nilai pluralisme sebenarnya memiliki akar kuat dalam ajaran agama, khususnya Islam, yang secara historis dan realitasnya erat kaitannya dengan tauhid
SERAMBISERAMBI Integrasi nilai moderasi beragama dengan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka kerja terpadu untuk menghasilkan lulusan madrasah yang berkarakter, etis,Integrasi nilai moderasi beragama dengan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka kerja terpadu untuk menghasilkan lulusan madrasah yang berkarakter, etis,
UNDHARIUNDHARI Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Aswaja, seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan itidal, dilakukan melalui pembelajaran formal,Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Aswaja, seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan itidal, dilakukan melalui pembelajaran formal,
UMPOUMPO Pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Islam, belum cukup membentuk kepribadian humanis dan masih bersifat primordialistik serta sektarian. PenelitianPendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Islam, belum cukup membentuk kepribadian humanis dan masih bersifat primordialistik serta sektarian. Penelitian
IJCIEDIJCIED Penelitian ini berfokus pada tiga masalah utama: pertama, bagaimana nilai-nilai agama Islam dibudidayakan di MCIP; kedua, bagaimana kualitas nilai-nilaiPenelitian ini berfokus pada tiga masalah utama: pertama, bagaimana nilai-nilai agama Islam dibudidayakan di MCIP; kedua, bagaimana kualitas nilai-nilai
UNIMALUNIMAL Masyarakat Dusun Porot menunjukkan akulturasi melalui saling menjaga dan melindungi, memelihara kerukunan, serta akomodasi dengan bersaudara walau berbedaMasyarakat Dusun Porot menunjukkan akulturasi melalui saling menjaga dan melindungi, memelihara kerukunan, serta akomodasi dengan bersaudara walau berbeda
Useful /
UNDHARIUNDHARI Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan model ADDIE. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon motivasiPada penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan model ADDIE. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon motivasi
UMPOUMPO Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menggunakan program Microsoft Sway dan Microsoft Form dalam pendidikan sejarah dan bagaimana menciptakanTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menggunakan program Microsoft Sway dan Microsoft Form dalam pendidikan sejarah dan bagaimana menciptakan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 247 guru yang dipilih melalui teknik sampel jenuh. Instrumen penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 247 guru yang dipilih melalui teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian
BALELITERASIBALELITERASI Lima puluh mahasiswa EFL berpartisipasi dalam penelitian, yang melibatkan tes awal, tes akhir, tugas video, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan peningkatanLima puluh mahasiswa EFL berpartisipasi dalam penelitian, yang melibatkan tes awal, tes akhir, tugas video, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan