IAIQIIAIQI

Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama IslamSymfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak akreditasi pada kinerja guru dan skor Ujian Nasional madrasah. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa: (1) dari titik pandang status akreditasi, tidak ada perbedaan signifikan antara kinerja guru madrasah terakreditasi dan orang-orang dari non-terakreditasi, (2) ada perbedaan yang signifikan antara guru menilai kinerja dari sudut pandang tingkat akreditasi (pada skala A, B, C, atau D), antara guru kinerja madrasah dengan akreditasi A dan akreditasi B dan antara kinerja guru madrasah dengan akreditasi A dan akreditasi C, (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja guru madrasah dengan akreditasi B dan akreditasi C, (4) ada perbedaan yang signifikan antara nilai Ujian Nasional madrasah terakreditasi dan yang tidak terakreditasi, dan (5) tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Ujian Nasional madrasah dengan skala yang berbeda tingkat akreditasi (A, B, C, atau D). Dapat dikatakan, akreditasi telah lebih berpengaruh pada kinerja guru dari pada nilai Ujian Nasional.

Penelitian menyimpulkan bahwa akreditasi memiliki dampak bervariasi terhadap kinerja pendidik dan hasil Ujian Nasional madrasah.Kinerja pendidik menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan tingkat akreditasi (A lebih baik dari B dan C), namun tidak ada perbedaan signifikan berdasarkan status akreditasi (terakreditasi vs.Sementara itu, hasil Ujian Nasional madrasah terakreditasi lebih baik daripada yang belum terakreditasi, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan di antara berbagai tingkat akreditasi (A, B, C).

Untuk memperdalam pemahaman tentang peran akreditasi dalam peningkatan mutu madrasah, penelitian lanjutan dapat dimulai dengan memperluas cakupan geografis studi secara acak, tidak hanya terbatas pada beberapa provinsi di bagian barat Indonesia, tetapi juga mencakup wilayah Indonesia bagian timur. Pendekatan ini akan memungkinkan generalisasi temuan yang lebih representatif secara nasional, sekaligus membuka peluang untuk mengidentifikasi apakah dinamika pengaruh akreditasi berbeda di berbagai konteks regional. Selanjutnya, penting untuk menggali lebih dalam mekanisme spesifik di balik temuan bahwa tingkat akreditasi (misalnya, A, B, atau C) berpengaruh terhadap kinerja pendidik, tetapi tidak pada hasil Ujian Nasional, dan sebaliknya. Ini dapat dicapai dengan melakukan studi kasus mendalam atau penelitian kualitatif yang menargetkan madrasah dengan peringkat akreditasi berbeda, untuk memahami faktor-faktor internal seperti implementasi kurikulum, strategi pembelajaran guru, dan budaya sekolah yang mungkin menjadi pendorong atau penghambat kinerja. Terakhir, mengingat tantangan seperti pergantian guru di madrasah swasta yang terakreditasi C, penelitian dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor eksternal, termasuk dukungan kesejahteraan guru, sumber pendanaan madrasah, dan kebijakan pendidikan daerah, berinteraksi dengan proses akreditasi untuk secara holistik mempengaruhi kinerja pendidik dan capaian siswa. Dengan demikian, studi masa depan tidak hanya akan memvalidasi temuan awal tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terperinci dan berkelanjutan.

Read online
File size798.4 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test