IAIN CURUPIAIN CURUP
AJIS: Academic Journal of Islamic StudiesAJIS: Academic Journal of Islamic StudiesSalah satu mata kuliah di lembaga pendidikan tinggi yang sangat berkaitan dengan pengembangan moral dan perilaku adalah Pendidikan Agama. Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) merupakan kelanjutan dari pengajaran yang diterima oleh siswa mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Dalam struktur kurikulum pendidikan tinggi nasional, mata kuliah Pendidikan Agama Islam merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa muslim di seluruh perguruan tinggi negeri, baik universitas negeri maupun swasta. Kemajuan sebuah lembaga pendidikan, salah satunya ditentukan oleh materi pengajaran atau kurikulum yang diterapkan, apakah sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan. Indonesia merupakan negara yang majemuk, sehingga desain materi pengajaran atau kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman, waktu, dan kondisi. Oleh karena itu, para penulis menyatakan bahwa ada empat alasan mengapa makalah ini penting untuk dipelajari: Pertama, kurangnya pengetahuan tentang Islam di kalangan mahasiswa PTU dan sekolah umum; kedua, meningkatnya perkelahian antara mahasiswa (mahasiswa); ketiga, kurangnya apresiasi di kalangan mahasiswa dan pelajar dalam bidang agama; dan keempat, menurunnya empati dan religiositas di kalangan mahasiswa dan pelajar.
Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum (PTU) bermanfaat untuk membantu mengembangkan mahasiswa yang percaya dan taat kepada Allah SWT, memiliki karakter mulia, berpikir filosofis, memiliki sikap rasional dan dinamis, memiliki pandangan yang luas, dan berpartisipasi dalam mewujudkan Indonesia yang lengkap, aman, dan makmur yang diberkati oleh Allah SWT.
Untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU), perlu dilakukan evaluasi terhadap implementasi PAI baik di PTU maupun PTAI secara praktis di lapangan. Selain itu, diperlukan standarisasi dan penguatan pendidikan Islam, terutama di PTU. Diktis juga perlu mengadakan forum diskusi yang lebih intens dengan para ahli pendidikan, khususnya membahas isu-isu pendidikan Islam, agar dapat menemukan solusi terhadap masalah-masalah yang berkembang di lapangan. Pengembangan kurikulum PAI di PTU dengan pendekatan multikultural dapat menjadi solusi untuk menciptakan mahasiswa yang aman, damai, dan bebas dari perkelahian, meningkatkan empati dan sikap religiositas, meningkatkan pengetahuan agama di kalangan mahasiswa PTU, serta menghilangkan diskursus radikalisme di kalangan komunitas agama, terutama mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat merasakan rahmat bagi seluruh alam dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyaring kondisi saat ini dengan berpikir ilmiah, logis, dan bermanfaat untuk kemajuan bersama, bukan sepihak.
| File size | 372.02 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Metode pembelajaran yang digunakan ceramah, diskusi, musyawarah, tanya jawab, bimbingan, teladan, demonstrasi, bercerita, hapalan, penugasan dan bermainMetode pembelajaran yang digunakan ceramah, diskusi, musyawarah, tanya jawab, bimbingan, teladan, demonstrasi, bercerita, hapalan, penugasan dan bermain
UNTAGUNTAG Temuan ini menegaskan identitas sosial sebagai prediktor utama komitmen dalam konteks politik kolektivis Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitasTemuan ini menegaskan identitas sosial sebagai prediktor utama komitmen dalam konteks politik kolektivis Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas
STAIMUNSTAIMUN Penelitian ini mengungkapkan beberapa tantangan spesifik yang perlu diatasi untuk memastikan implementasi Big Data dan AI yang efektif di institusi pendidikanPenelitian ini mengungkapkan beberapa tantangan spesifik yang perlu diatasi untuk memastikan implementasi Big Data dan AI yang efektif di institusi pendidikan
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL Children in conflict with the law require a justice approach that prioritizes protection, rehabilitation, and social reintegration rather than punishment.Children in conflict with the law require a justice approach that prioritizes protection, rehabilitation, and social reintegration rather than punishment.
EUREKAEUREKA Untuk mengumpulkan data, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengadakan wawancara dan observasi dengan lima dosen. Penelitian berhipotesisUntuk mengumpulkan data, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengadakan wawancara dan observasi dengan lima dosen. Penelitian berhipotesis
UNIKSUNIKS Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan media daring yang relevan. Hasil penelitianMetode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan media daring yang relevan. Hasil penelitian
UADUAD The research comprised two phases. Phase 1 included 72 students (mean age = 15.86 years, 87% female) from two junior high schools and three senior highThe research comprised two phases. Phase 1 included 72 students (mean age = 15.86 years, 87% female) from two junior high schools and three senior high
IAIN CURUPIAIN CURUP Metode pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetode pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Useful /
BSIBSI Dengan adanya pelatihan pemanfaatan aplikasi canva ini para pengurus dan anggota paguyuban memahami pentingnya dokumentasi kegiatan yang di laksankan olehDengan adanya pelatihan pemanfaatan aplikasi canva ini para pengurus dan anggota paguyuban memahami pentingnya dokumentasi kegiatan yang di laksankan oleh
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL kapasitas administratif serta desain institusional menentukan kinerja kebijakan di semua fase bencana. Fragmentasi tata kelola dan koordinasi antar‑pemerintahkapasitas administratif serta desain institusional menentukan kinerja kebijakan di semua fase bencana. Fragmentasi tata kelola dan koordinasi antar‑pemerintah
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Dilakukan uji klinis acak terhadap 170 ibu dengan balita berusia 6 hingga 60 bulan yang berisiko stunting pada tahun 2024. Peserta dibagi secara acak menjadiDilakukan uji klinis acak terhadap 170 ibu dengan balita berusia 6 hingga 60 bulan yang berisiko stunting pada tahun 2024. Peserta dibagi secara acak menjadi
UMCUMC Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.