IAINIAIN

Konseling Edukasi : Journal of Guidance and CounselingKonseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter sopan santun siswa, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sociodrama berbasis budaya tabe, serta efek penerapannya dalam meningkatkan sopan santun. Budaya tabe adalah bentuk sopan santun khas masyarakat Bugis-Makassar yang diwujudkan melalui ungkapan tabe dan gestur tangan sebagai tanda hormat, izin, dan apresiasi, yang mengandung nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen non-ekivalen kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel terdiri dari 18 siswa yang dipilih melalui sampling purposive, yaitu 9 siswa masing-masing pada kelompok eksperimen dan kontrol. Data diperoleh melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, siswa berada pada kategori sedang dan rendah, ditandai dengan perilaku seperti mengejek, acuh tak acuh, dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan teman. Uji t menunjukkan signifikansi sebesar 0,001 (<0,05), sehingga sociodrama berbasis budaya tabe memiliki efek signifikan dalam meningkatkan sikap hormat, bahasa sopan, dan perilaku sosial siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sociodrama berbasis budaya tabe terbukti efektif dalam meningkatkan karakter sopan santun siswa SMP Negeri 51 Makassar, seperti tercermin dari peningkatan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol dan hasil uji t yang signifikan.Temuan ini memperkuat konsep bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal, khususnya budaya tabe melalui prinsip sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, dapat memperkaya efektivitas teknik sociodrama dalam pembinaan karakter.Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter di sekolah, mendorong guru bimbingan dan konseling untuk memanfaatkan sociodrama berbasis budaya secara berkelanjutan dengan menyesuaikan skenario dengan konteks kehidupan siswa serta melibatkan lingkungan sekolah dan orang tua dalam menanamkan sopan santun.Penelitian lebih lanjut disarankan dengan menggunakan sampel yang lebih luas, durasi intervensi yang lebih lama, dan penjelajahan area lintas budaya lokal lainnya agar temuan mengenai penguatan karakter berbasis budaya menjadi lebih komprehensif dan dapat diterapkan lebih luas di dunia pendidikan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih luas dan melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di berbagai daerah dengan budaya lokal yang berbeda untuk memperoleh temuan yang lebih komprehensif tentang penguatan karakter berbasis budaya. Penelitian juga dapat dikembangkan dengan melibatkan lingkungan sekolah dan orang tua dalam proses pembinaan karakter sopan santun, serta mengeksplorasi strategi-strategi inovatif lainnya dalam layanan bimbingan dan konseling.

Read online
File size1.37 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test