STPNSTPN

BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan

Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, destinasi wisata, tempat bekerja, dan tempat tinggal. Pertumbuhan penduduk serta peningkatan standar hidup mendorong permintaan lahan untuk perumahan dan kegiatan ekonomi, sehingga memicu alih fungsi lahan. Peralihan dari penggunaan lahan pertanian ke non‑pertanian memberikan dampak signifikan, khususnya terhadap pasokan pangan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh luas lahan pertanian terhadap ketahanan pangan di Yogyakarta. Metode yang digunakan meliputi analisis Klasifikasi Terawasi untuk menentukan sebaran dan laju alih fungsi lahan, serta analisis korelasi untuk menilai dampak terhadap ketahanan pangan. Hasil menunjukkan bahwa alih fungsi lahan rawa menyebabkan kehilangan produksi beras sebesar 13.726 ton per tahun, atau 123.534,73 ton selama sembilan tahun terakhir. Meskipun demikian, ketahanan pangan di wilayah tersebut tidak terdampak signifikan oleh konversi lahan rawa.

Laju alih fungsi lahan pertanian di DIY menurun secara bertahap karena peningkatan kembali luas sawah di beberapa daerah melalui program intercropping dan pembukaan lahan kritis.Meskipun selama sembilan tahun terakhir wilayah ini tetap mencatat surplus pangan, alih fungsi lahan tetap menyebabkan penurunan produksi beras yang signifikan.Pada tahun 2022, persentase pemenuhan kebutuhan pangan mendekati batas kritis (66 % dari rata‑rata kritis 75 %), sehingga potensi risiko ketahanan pangan tetap perlu dipantau.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak perubahan iklim terhadap produktivitas padi di Yogyakarta dengan mengintegrasikan skenario alih fungsi lahan dalam model pertumbuhan tanaman; selanjutnya, diperlukan evaluasi efektivitas rehabilitasi lahan kritis melalui sistem intercropping untuk meningkatkan produksi pangan dan mengurangi kehilangan lahan pertanian; terakhir, model dinamika sistem dapat dibangun untuk memproyeksikan ketahanan pangan hingga tahun 2035 dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk, laju alih fungsi lahan, dan kebijakan perlindungan lahan (LP2B), sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis data bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.

  1. Identification of paddy field conversion rate in relation to food security in Aceh Besar District, Aceh... doi.org/10.1088/1755-1315/1116/1/012045Identification of paddy field conversion rate in relation to food security in Aceh Besar District Aceh doi 10 1088 1755 1315 1116 1 012045
  2. Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten... agraris.umy.ac.id/index.php/agraris/article/view/942Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten agraris umy ac index php agraris article view 942
  3. Impacts of land use, population, and climate change on global food security - Molotoks - 2021 - Food... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/fes3.261Impacts of land use population and climate change on global food security Molotoks 2021 Food onlinelibrary wiley doi 10 1002 fes3 261
  4. Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon... journal.ugm.ac.id/jgs/article/view/34055Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon journal ugm ac jgs article view 34055
Read online
File size780.19 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test