IAIN CURUPIAIN CURUP

AJIS: Academic Journal of Islamic StudiesAJIS: Academic Journal of Islamic Studies

Kedatangan era digital telah mengubah praktik dakwah Islam, memungkinkan ulama berinteraksi dengan audiens yang lebih luas dan beragam melalui media sosial dan platform digital lainnya. Namun, di samping jangkauan yang lebih luas ini, muncul tantangan kompleks, terutama risiko tinggi kesalahan lisan yang dapat dengan mudah memicu kontroversi, memicu salah tafsir, dan akhirnya merusak kredibilitas ulama di mata publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ulama di era digital, dengan fokus pada tantangan yang ditimbulkan oleh kesalahan lisan dan implikasinya terhadap persepsi publik. Menggunakan desain penelitian kualitatif dan metodologi analisis konten, penelitian ini menyelidiki kasus Gus Miftah dan Herri Pras, dua tokoh agama yang mengalami reaksi publik yang signifikan setelah kesalahan komunikasi di platform media sosial. Analisis ini menggunakan model framing Robert N. Entman untuk memeriksa bagaimana media dan audiens membangun dan menafsirkan pernyataan publik ulama dan bagaimana kerangka interpretasi ini membentuk citra publik mereka secara keseluruhan. Temuan menunjukkan bahwa bahkan kesalahan lisan kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi kontroversi yang signifikan, akhirnya mengancam untuk merusak kepercayaan publik terhadap otoritas agama.

Ulama menempati posisi yang terhormat dalam tradisi Islam sebagai pewaris pengetahuan nabi.Dalam konteks era digital, tanggung jawab mereka telah meluas secara signifikan - melampaui khotbah tradisional yang disampaikan dari mimbar untuk mencakup penyebaran ajaran Islam melalui media sosial dan berbagai platform digital.Peran mereka sangat penting dalam mempromosikan pemahaman agama yang otentik dan secara aktif menantang penyebaran informasi yang menyesatkan di ruang online.Namun, proliferasi konten agama yang menyesatkan menuntut ulama untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjaga relevansi, daya tarik, dan efektivitas dakwah mereka dalam masyarakat yang semakin dinamis dan dimediasi secara digital.Untuk mempertahankan posisi mereka sebagai figur yang dihormati, ulama harus mengembangkan keahlian dalam strategi komunikasi digital, memperoleh pemahaman dasar tentang algoritma media sosial, dan berkolaborasi dengan profesional media untuk menavigasi kompleksitas lanskap digital.Selain itu, literasi digital menjadi kompetensi yang sangat penting dalam menavigasi tantangan lanskap informasi modern.Ulama harus dilengkapi dengan fondasi yang kuat dalam literasi media untuk menilai keandalan konten, mendeteksi informasi yang salah, dan terlibat dengan isu-isu yang muncul secara terukur dan cermat.Dengan demikian, mereka mempertahankan peran mereka sebagai pembawa pengetahuan agama yang dapat dipercaya dan berkontribusi pada penyebaran informasi yang akurat dan konstruktif dalam masyarakat.Dalam era digital, kesalahan pernyataan oleh ulama dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi kepercayaan publik dan kemajuan dakwah Islam.Penyebaran informasi yang cepat dapat memperburuk kesalahpahaman, memicu kontroversi, dan, dalam kasus yang lebih parah, berkontribusi pada fragmentasi dalam komunitas Muslim.Jika tidak dikelola dengan hati-hati, kesalahan ini dapat merusak reputasi pribadi para sarjana dan citra publik Islam itu sendiri.Oleh karena itu, para sarjana perlu berhati-hati dalam pernyataan publik mereka, mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang mekanika platform digital, dan menggunakan teknik komunikasi strategis untuk memastikan dakwah mereka tetap relevan dan diterima secara bertanggung jawab oleh audiens yang beragam dan terhubung secara digital.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis dampak kesalahan lisan ulama pada kepercayaan publik dan bagaimana hal itu mempengaruhi penerimaan dakwah Islam. 2. Meneliti strategi komunikasi yang efektif untuk ulama dalam era digital, termasuk penggunaan media sosial dan platform digital lainnya, untuk menjaga kredibilitas dan relevansi mereka. 3. Mengembangkan panduan praktis untuk ulama tentang bagaimana berkomunikasi secara efektif di media sosial, dengan mempertimbangkan algoritma dan perilaku pengguna, untuk memastikan pesan mereka diterima dengan baik dan tidak disalahartikan.

  1. The Character Value of Love for the Motherland in Madrasah Digital Books: Analysis of Islamic Religious... journal.iaincurup.ac.id/index.php/AJIS/article/view/7848The Character Value of Love for the Motherland in Madrasah Digital Books Analysis of Islamic Religious journal iaincurup ac index php AJIS article view 7848
  2. The Existence Of Ulama In The Digital Era: : A Framing Analysis Of Gus Miftah's Misspeaking Using... doi.org/10.29240/ajis.v10i1.12972The Existence Of Ulama In The Digital Era A Framing Analysis Of Gus Miftahs Misspeaking Using doi 10 29240 ajis v10i1 12972
  3. Efektivitas Dakwah Hadis dalam Media Sosial: Analisis atas Teori Framing Robert N. Entman | Jurnal Dakwah... journal.iaincurup.ac.id/index.php/JDK/article/view/2958Efektivitas Dakwah Hadis dalam Media Sosial Analisis atas Teori Framing Robert N Entman Jurnal Dakwah journal iaincurup ac index php JDK article view 2958
  4. THE GUARDIAN - Security Check. guardian security check universitas nahdlatul ulama sunan giri sistem... doi.org/10.32665/alaufa.v5i1.1618THE GUARDIAN Security Check guardian security check universitas nahdlatul ulama sunan giri sistem doi 10 32665 alaufa v5i1 1618
Read online
File size744.1 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test