IBLAMIBLAM

IBLAM LAW REVIEWIBLAM LAW REVIEW

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme lembaga asesmen terpadu dalam menyelesaikan kasus penyalahgunaan narkotika dengan pendekatan restorative justice. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif. Penggunaan tipe penelitian ini didasari menemukan suatu aturan hukum, prinsip‑prinsip hukum, maupun doktrin hukum untuk menjawab permasalahan hukum yang dihadapi. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan perundang‑undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Tim asesmen terpadu terdiri atas tim hukum yang bertugas melakukan analisis dalam kaitan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika serta penyalahgunaan narkotika berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara, serta tim dokter yang melaksanakan asesmen medis, psikososial, dan merekomendasikan rencana terapi serta rehabilitasi terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika.

Asesmen terpadu berperan penting dalam penyelesaian kasus penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan restorative justice dengan menggabungkan analisis hukum dan medis untuk mengkategorikan tersangka serta merekomendasikan rehabilitasi.Proses asesmen ini memungkinkan identifikasi apakah tersangka termasuk penyalahguna atau pengedar narkotika, sehingga dapat ditentukan jalur penanganan yang tepat antara rehabilitasi atau sanksi pidana.Dengan demikian, mekanisme ini meningkatkan perlindungan dan pembinaan individu serta mewujudkan tujuan restorative justice bagi pecandu narkotika.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi yang direkomendasikan oleh tim asesmen terpadu terhadap tingkat recidivisme pecandu narkotika, sehingga dapat mengukur keberhasilan pendekatan restorative justice dalam jangka panjang. Selain itu, diperlukan analisis komparatif antara pendekatan restorative justice dan hukuman penjara pada kasus narkotika di berbagai provinsi Indonesia untuk memahami perbedaan dampak sosial, ekonomi, dan hukum. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan model asesmen terpadu berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi proses screening, pertukaran data, dan koordinasi antar lembaga secara real‑time, guna mempercepat keputusan rehabilitasi dan meningkatkan akurasi penentuan status tersangka.

Read online
File size310.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test