CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG

Journal of Social CommerceJournal of Social Commerce

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan sektor utama dalam perekonomian India terkait Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan data Kementerian Statistik dan Implementasi Program, kontribusi MSME terhadap Nilai Tambah Bruto (GVA) pada tahun 2016–2017 mencapai 31,8%, menunjukkan peran pentingnya dalam perekonomian. Menurut Direktorat Jenderal Intelijen dan Statistik Perdagangan, porsinya dalam total ekspor India pada 2018–2019 mencapai 48,10%. Namun, sektor ini mengalami dampak besar akibat pemberlakuan lockdown selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lingkungan PESTEL pasca-Covid-19 dan kebijakan Atma-Nirbhar Bharat Abhiyan yang diluncurkan pemerintah India pada 12 Mei 2020. Temuan utama menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dan inisiatif Atma-Nirbhar Bharat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan MSME di masa depan serta meningkatkan jumlah MSME secara luas. Selain itu, gerakan Vocal for Local turut menguatkan sektor ini ke depan.

Analisis PESTEL menunjukkan bahwa keputusan besar yang diambil oleh pemerintah India dan inisiatif Atma-Nirbhar Bharat Abhiyan memberikan dorongan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (MSME) di masa depan serta secara luas meningkatkan jumlah MSME.Gerakan Vocal for Local yang dimulai di India turut memperkuat sektor MSME ke depan.Kementerian MSME yang berdiri sendiri menunjukkan pentingnya sektor ini melalui langkah-langkah operasional khusus yang dilakukan pemerintah.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas kebijakan Vocal for Local dalam meningkatkan permintaan produk lokal di kalangan generasi muda urban, mengingat perubahan gaya hidup dan konsumsi pasca-pandemi. Kedua, penting untuk mengkaji dampak pemberian pinjaman tanpa jaminan sebesar 3 lakh crore terhadap keberlanjutan dan produktivitas MSME di daerah pedesaan dibandingkan dengan wilayah perkotaan, mengingat perbedaan akses teknologi dan infrastruktur. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang integrasi platform digital seperti GeM dan TreDS terhadap kapasitas manajerial pelaku MSME berbasis rumahan, khususnya perempuan, untuk menilai sejauh mana transformasi digital benar-benar inklusif dan memberdayakan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka wawasan baru mengenai keberlangsungan kebijakan pemerintah, distribusi manfaat yang adil, serta adaptasi sosial-ekonomi pelaku usaha mikro di tatanan pasca-pandemi. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif gabungan dapat digunakan untuk memahami dinamika internal MSME serta pengaruh eksternal dari kebijakan makro. Fokus pada kelompok rentan dan wilayah terpencil juga dapat mengungkap celah yang belum terjangkau. Hasilnya nanti akan bermanfaat untuk menyempurnakan program pemberdayaan usaha kecil secara nasional. Selain itu, pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen lokal dapat membantu merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Semua ini penting untuk memastikan pertumbuhan inklusif dan ketahanan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian lanjutan harus tidak hanya menilai kebijakan, tetapi juga memahami konteks sosiokultural dan kapasitas adaptif pelaku usaha terkecil di India.

  1. PASTEL Analysis of Micro, Small and Medium Enterprises After Covid-19 in India | Journal of Social Commerce.... doi.org/10.56209/jommerce.v1i1.1PASTEL Analysis of Micro Small and Medium Enterprises After Covid 19 in India Journal of Social Commerce doi 10 56209 jommerce v1i1 1
  1. #pelaku usaha#pelaku usaha
  2. #produk lokal#produk lokal
Read online
File size355.89 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2Jj
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test