SYEKH NURJATISYEKH NURJATI

EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa ArabEL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab

Kata collocation dan kolokasi struktur kalimat keduanya memiliki peran dalam memberikan makna. Kata tidak akan menghasilkan makna tanpa adanya hubungan dengan kata lain. Hubungan kata adalah kombinasi yang umum digunakan oleh penutur asli. Penutur bahasa asli akan secara alami menggabungkan kata-kata yang familiar dengan intuisi yang dilatih. Ketepatan dalam menggabungkan pasangan kata oleh ahli bahasa disebut sebagai kolokasi.

Kolokasi pada tingkat kata dalam Al-Quran menghasilkan makna polisemi.Artinya, setiap kata dalam Al-Quran memiliki banyak makna yang membutuhkan hubungan antara kata-kata dengan kombinasi yang harmonis.Setiap kata memiliki ketepatan dalam penggunaan kalimat.Sebagai contoh, kata دمحلا, kata ini sinonim dengan kata حدملا dan juga kata ءانثلا.Ketiga kata ini memiliki makna pujian dan apresiasi terhadap keindahan, kesenangan, atau hal-hal yang tidak berwujud.Sebagai ungkapan pujian kepada Allah, kombinasi yang tepat dari ketiga kata ini adalah menggunakan kata دمحلا.Kata دمحلا juga mengandung makna ركشلا, tetapi penggunaan kata دمحلا hanya digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, sedangkan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada makhluk dengan menggunakan kata ركش.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut tentang kolokasi pada tingkat kata dalam Al-Quran dan bagaimana hal itu mempengaruhi makna. (2) Meneliti perbedaan antara kolokasi pada tingkat kata dan kolokasi pada tingkat struktur kalimat dalam Al-Quran. (3) Mengembangkan metode untuk mengidentifikasi dan memahami kolokasi dalam Al-Quran, terutama dalam konteks bahasa Arab.

Read online
File size648.53 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test