STKIP BIMASTKIP BIMA
ESESPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan e‑Modul interaktif berbasis model RQANI sebagai media pembelajaran yang mendukung literasi keagamaan dan pembelajaran mendalam siswa SMP. Studi pendahuluan dilakukan di SMPN 2 Kota Bima dengan melibatkan guru PAI dan siswa kelas VIII sebagai responden. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods, terdiri atas analisis kuantitatif melalui angket dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat literasi digital, preferensi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik menggunakan kerangka Miles & Huberman untuk mengidentifikasi kendala, strategi pembelajaran, dan peluang pengembangan media interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih terbatas, dan mayoritas siswa menginginkan pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai moral dan keagamaan. Guru PAI memanfaatkan teknologi sebatas media presentasi dan menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat dan pemahaman teknologi. Analisis tematik wawancara mengidentifikasi bahwa aspek literasi keagamaan yang perlu diperkuat meliputi pemahaman teks, refleksi nilai, dan literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan e‑Modul interaktif berbasis RQANI memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan literasi digital, motivasi belajar, dan internalisasi nilai moral serta spiritual siswa. Penelitian ini memberikan dasar empiris untuk perancangan media pembelajaran inovatif yang kontekstual dan interaktif, mengintegrasikan teknologi pendidikan dengan pembelajaran keagamaan. E‑Modul berbasis RQANI direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk mendukung pembelajaran mendalam, membangun karakter, dan meningkatkan literasi digital serta keagamaan siswa SMP di era pendidikan abad ke-21.
Penelitian di SMPN 2 Kota Bima menunjukkan bahwa tingkat literasi keagamaan siswa masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pemahaman teks keagamaan, refleksi nilai moral dan spiritual, serta literasi digital.Siswa membutuhkan pembelajaran digital yang mengintegrasikan nilai moral dan spiritual, sementara guru menghadapi keterbatasan perangkat dan pemahaman teknologi.Pengembangan e-Modul interaktif berbasis model RQANI direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan literasi keagamaan dan membentuk karakter siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas e-Modul interaktif berbasis RQANI dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa SMP, dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan e-Modul dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru PAI yang komprehensif, yang tidak hanya membekali guru dengan keterampilan teknis dalam penggunaan teknologi, tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka tentang integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran digital. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor sosial dan budaya terhadap literasi keagamaan siswa, seperti peran keluarga, lingkungan masyarakat, dan media sosial, untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di era digital, serta membentuk generasi muda yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.
| File size | 288.67 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Analisis statistik menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dan homogen, dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen danAnalisis statistik menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dan homogen, dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik ini mengkaji implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam pembelajaran IPAS kelasPenelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik ini mengkaji implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam pembelajaran IPAS kelas
STIKKENDALSTIKKENDAL Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi peningkatan mutu belajar mengajar pada sekolah berbasis pondok pesantren di SMK Darussalam Subah. MetodePenelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi peningkatan mutu belajar mengajar pada sekolah berbasis pondok pesantren di SMK Darussalam Subah. Metode
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tiga metode utama, yaitu: angket (kuesioner), wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil belajar PAI siswa kelasData dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tiga metode utama, yaitu: angket (kuesioner), wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil belajar PAI siswa kelas
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendekatan ini menawarkan pengalaman belajar yang mendorong partisipasi aktif, dialog terbuka, serta refleksi terhadap realitas sosial siswa. Dengan menggunakanPendekatan ini menawarkan pengalaman belajar yang mendorong partisipasi aktif, dialog terbuka, serta refleksi terhadap realitas sosial siswa. Dengan menggunakan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dalam beberapa ayat dan juga hadis sikap berlebihan, mengabaikan waktu juga telah di tegaskan bahwa yang demikian merupakan perbuatan yang di larang dalamDalam beberapa ayat dan juga hadis sikap berlebihan, mengabaikan waktu juga telah di tegaskan bahwa yang demikian merupakan perbuatan yang di larang dalam
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia di SMP relevan dengan pendidikan Paulo Freire karena keduanya menekankan manusia sebagai subjekPenelitian ini menemukan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia di SMP relevan dengan pendidikan Paulo Freire karena keduanya menekankan manusia sebagai subjek
UNISMUHUNISMUH Dari hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk i) Bagaimana Pendidikan Agama Islam dapat menjadi fondasi utama untuk pengembangan empat pilar moderasiDari hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk i) Bagaimana Pendidikan Agama Islam dapat menjadi fondasi utama untuk pengembangan empat pilar moderasi
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Program coaching menghadapi beberapa hambatan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasanProgram coaching menghadapi beberapa hambatan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Elemen mendasar dari suatu kelompok adalah tokoh. Tokoh masyarakat, sebagaimana kita pahami secara kolektif, merupakan sebuah kelompok yang dapat digunakanElemen mendasar dari suatu kelompok adalah tokoh. Tokoh masyarakat, sebagaimana kita pahami secara kolektif, merupakan sebuah kelompok yang dapat digunakan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Terdapat hubungan positif antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini. Hasil uji koefisien korelasi menunjukkan nilaiTerdapat hubungan positif antara diklat berjenjang tingkat dasar dengan proses pembelajaran anak usia dini. Hasil uji koefisien korelasi menunjukkan nilai
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Kemitraan adalah kerja sama antara dua mitra atau lebih yang secara bersama-sama saling menguntungkan untuk membuat suatu kegiatan dengan menggunakan polaKemitraan adalah kerja sama antara dua mitra atau lebih yang secara bersama-sama saling menguntungkan untuk membuat suatu kegiatan dengan menggunakan pola