UTBUTB

Jurnal Progress Administrasi PublikJurnal Progress Administrasi Publik

Food Social Assistance in Indonesia has been transformed several times, beginning with Welfare Rice, Non-Cash Food Assistance (BPNT) to Sembako Program. The transformation of food social assistance is carried out to find a better formulation in supplying food needs with balanced nutrition for the poor and vulnerable. The Sembako Program in Metro City has been implemented since 2018 and distributed by Himbara, BRI Bank with e-Warong as a place for utilization of assistance (disbursement and distribution). Furthermore, in 2022 based on Kepdirjen PFM number 29 of 2022 determines that the Sembako Program is distributed in cash by PT Pos Indonesia. This study has compared the distribution of the sembako program by Himbara and PT Pos in Metro City. The purpose of this research is to find similarities and differences to know which implementation is better. The method in this research is descriptive qualitative with a comparative approach. The findings of this research are that the distribution of the Sembako Program in Metro City is more effective when distributed by Himbara with e-Warong as a place to utilize the assistance. On the other hand, there are community empowerment targets in the distribution of sembako programs by Himbara, such as empowerment of e-Warong members.

Penyaluran Program Sembako lebih efektif apabila disalurkan melalui Himbara dengan e-Warong sebagai tempat bantuan.Dengan disalurkan melalui Himbara, Program Sembako di Kota Metro dapat memenuhi prinsip 6T.Selain itu, dengan disalurkan melalui Himbara ada pemberdayaan masyarakat melalui e-Warong Kube, yang diharapkan menjadi sarana bagi anggotanya untuk dapat mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak pemberdayaan ekonomi melalui e-Warong terhadap peningkatan kesejahteraan anggota KUBE secara lebih mendalam, termasuk analisis pendapatan, pola konsumsi, dan akses terhadap layanan keuangan. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan daerah lain yang juga menerapkan kedua model penyaluran Program Sembako (Himbara dan PT Pos) untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang mungkin muncul di berbagai konteks geografis dan sosial ekonomi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas program pendampingan dan pelatihan yang diberikan kepada anggota e-Warong untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola usaha dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada KPM, sehingga dapat memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ini.

Read online
File size592.01 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test