UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias SelatanJurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan

Berdasarkan hasil studi awal di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam Tahun 2020 terkesan bahwa tingkat motivasi karyawan relatif rendah. Seharusnya, motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan bawahan, agar mau bekerja secara produktif guna untuk mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif bersifat asosiatif, dengan menggunakan alat instrumen penelitian angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian diperoleh thitung untuk variabel motivasi kerja sebesar 8,169 dan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai ttabel=1,697 karena nilai thitung(8,169) > ttabel (1,697) dan tingkat signifikan sebesar 0,000<0.05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak dengan arti bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan di Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam. Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Peneliti menyarankan (1) Perlumemberikan motivasi kerja setiap saat kepada karyawan Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam dalam meningkatkan kinerja karyawan, baik dimasa waktu sekarang maupun di masa yang akan datang; dan (2) Perlu peneliti selanjutnya, jika berminat melanjutkan penelitian ini sebaiknya memperluas lebih banyak lagi mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selain dari motivasi kerja dengan sampel yang lebih banyak.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam.Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan.Oleh karena itu, manajemen Swalayan perlu meningkatkan motivasi kerja karyawan untuk mencapai kinerja yang optimal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain selain motivasi kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih, seperti kepemimpinan, lingkungan kerja, atau pelatihan. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan lebih banyak karyawan dari berbagai Swalayan di wilayah Teluk Dalam untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian. Ketiga, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman karyawan mengenai motivasi kerja dan dampaknya terhadap kinerja mereka, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pengembangan strategi peningkatan kinerja karyawan di sektor ritel.

Read online
File size264.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test